Partager

Menyelusuri Jalan Hidupku
Menyelusuri Jalan Hidupku
Auteur: Nani

Bab 1

Auteur: Nani
Baru saja aku mengucapkan dua kata "menangkap selingkuh", sopir segera menginjak gas dan mengejar Armando.

Aku tidak tahu sebenarnya Armando hendak menemui siapa, tetapi firasat di hatiku terus membuatku merasa tidak tenang.

Tak disangka, setelah berbelok-belok, mobil itu justru berhenti di depan kawasan vila kantor polisi.

Aku tiba-tiba menghela napas lega, selama bukan hotel saja sudah cukup.

Tempat ini adalah kawasan hunian yang dialokasikan untuk pejabat tinggi kepolisian, dan Armando juga mendapat satu vila di sini.

Sebelum kehamilan pertama, aku sempat tinggal di sini beberapa bulan, para tetangga pun sangat ramah.

Namun kini, dari kejauhan kulihat deretan mobil mewah memenuhi depan rumah, dengan lampu-lampu dan dekorasi meriah menghiasi sekelilingnya.

Aku agak heran, hari ini ada acara penting apa?

Saat hendak masuk untuk melihat, aku malah dihentikan oleh penjaga.

"Kawasan vila kepolisian, orang luar dilarang masuk."

Aku tertegun sejenak, lalu tersenyum menjelaskan, "Aku istri Pak Armando yang tadi masuk."

Tak disangka, penjaga itu justru menatapku dengan penuh hinaan.

"Istri Pak Armando adalah Nyonya Mirabel, Anda siapa? Mau menyamar juga nggak cari tahu dulu."

Dalam sekejap, seluruh tubuhku terpaku di tempat.

Mirabel, wanita yang dulu dicarikan Armando sebagai bank darah hidup untukku ....

Setelah tersadar kembali dari lamunan, tanpa memedulikan penjaga yang menghalangi, dengan perut besar aku berlari ke depan vila.

Begitu masuk ke aula, terlihat para elite dan kaum berkuasa berbaur di tengah kemewahan, sementara tawa dan percakapan riuh memenuhi seluruh ruangan.

Ibu mertuaku, Flora, yang biasanya hidup tenang dan menjauh dari keramaian, saat ini justru sibuk bergaul dan bersosialisasi.

Sementara suamiku, Armando, untuk pertama kalinya memeluk anak sambil memberinya susu, tersenyum bahagia bersama wanita bertubuh mungil di sampingnya.

Wanita itu adalah Mirabel ....

Dalam sekejap, dadaku seperti diremas kuat oleh sebuah tangan besar, membuatku sulit bernapas.

Air mataku mengalir tanpa bisa dikendalikan.

Saat mengandung anak pertama, karena khawatir golongan darahku yang Rh negatif akan berisiko saat melahirkan, Armando mencari ke seluruh pelosok negeri untuk menyiapkan bank darah hidup bagiku.

Orang itu adalah Livina Janis, nama lama Mirabel, yang saat itu masih mahasiswa miskin.

Setelah melahirkan, Armando berkata akan mengirimnya pergi.

Karena merasa iba, aku malah membiarkan Mirabel tetap tinggal dan bekerja sebagai staf administrasi di kantor polisi, bahkan sering menyuruh Armando membawakan suplemen untuknya.

Namun aku benar-benar tidak menyangka, Armando justru berselingkuh dengannya, bahkan menempatkan Mirabel di sini untuk dipelihara.

Vila ini adalah rumah pernikahan yang dia siapkan khusus untukku dengan penuh perhatian setelah diangkat menjadi kepala polisi.

Hanya karena jauh dari rumah sakit, setelah aku hamil, Armando khawatir padaku, lalu membeli rumah di dekat rumah sakit kota dan pindah ke sana.

Tak disangka, malah menjadi rumah "suami istri" mereka yang sah.

Mereka bahkan sudah punya anak ....

"Selamat ya, Pak Armando! Istrinya begitu berbudi, sekarang juga dikaruniai seorang putra, benar-benar hidup dengan sempurna!"

"Aduh, Mira memang beruntung, memilih Armando yang begitu menyayangi istri, bikin iri sekali!"

Di samping, istri wakil kepala polisi menepuk tangan ibu mertuaku sambil menyanjung.

Di mata ibu mertuaku terpancar kepuasan terhadap Mirabel. Sambil memamerkan dia berkata,

"Bisa menikahi menantu sebaik Mira, itu baru keberuntungan keluarga kami."

Setelah itu, Armando tanpa menghiraukan orang-orang di sekitar, dengan mesra mendekat ke telinga Mirabel dan membisikkan sesuatu, entah apa yang dia katakan.

Mirabel tersenyum malu, lalu mengangkat gelas ke arah semua orang.

"Aku hanya khawatir akan memengaruhi wibawa Mando di kantor polisi, jadi nggak mengumumkannya. Mohon dimaklumi, ya."

"Hari ini perayaan seratus hari kelahiran bayi, silakan menikmati, anggap saja sekaligus menggantikan jamuan pernikahan."

Melihat Mirabel tampil begitu menjaga citra, semua orang pun tertawa dan memuji.

"Mana berani kami tersinggung dengan nyonya kepala polisi, malah kami belum sempat mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahannya."

"Menurutku, sekalian saja hari ini kalian jadi pengantin lagi, bagaimana kalau minum arak pengantin?"

Para bawahan polisi Armando ikut bersorak, suasana pesta segera memuncak.

Mirabel buru-buru menolak dengan malu, tetapi Armando langsung merangkul pinggangnya, lalu menyilangkan tangan dengannya untuk minum bersama.

Namun tepat saat hendak meminumnya, pandangan Armando tiba-tiba bertemu dengan diriku yang berdiri di luar pintu.

Pria itu segera mendorong wanita di pelukannya, membuat Mirabel tersiram anggur merah hingga basah kuyup.

"Lia ...."

Dengan satu tangan menghapus air mata di wajah, aku yang berperut besar dengan cepat melangkah maju, mengangkat tangan dan menamparnya.

"Plak!"

Suara tamparan yang nyaring menggema, membuat seluruh aula segera sunyi.

"Mando!"

Mirabel memutar mata dan terhuyung ke pelukan Armando, berteriak histeris padaku, "Thalia! Beraninya kamu ...."

"Plak!"

Tamparan kedua kembali kulayangkan. Setengah wajah Mirabel segera memerah dan membengkak, tubuhnya dengan goyah jatuh ke pelukan Armando. Dia terisak penuh keluhan.

Aku mengibaskan telapak tanganku yang mulai mati rasa.

"Lia ...." Armando segera bereaksi dan membentakku.

"Armando!"

Namun suaraku lebih tinggi, aku memiringkan kepala, menatapnya dengan dingin.

"Ini yang kamu sebut 'buronan merah' yang mau kamu tangkap!"
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 8

    Keinginan kami pun akhirnya terkabul. Setengah bulan kemudian, kakakku benar-benar menemukan anakku yang diculik di sebuah desa nelayan terpencil.Hasil perbandingan DNA menunjukkan 99% bahwa dia adalah anak kandungku yang memiliki hubungan darah denganku.Aku begitu bersemangat sepanjang malam, menangis hingga mataku membengkak.Aku hanya menunggu Kakak membawa pulang anakku.Namun sialnya, saat baru keluar pintu untuk menyambut anakku, aku kembali melihat Armando di depan gerbang.Penampilannya sangat mengenaskan, tubuhnya kotor, berjanggut tak terurus, tatapannya kosong.Saat melihatku, kilasan emosi rumit muncul di matanya: penyesalan, ketidakrelaan, juga kesedihan.Dia terhuyung-huyung berlari ke arahku. Saat tiba di depanku, dia segera berlutut dengan bunyi "buk".Ayah segera menendangnya menjauh."Armando, aku peringatkan kamu cepat pergi! Jangan ganggu putriku lagi!"Para pengawal di sekitar segera bergerak hendak menyeretnya pergi, tetapi aku menghentikan mereka."Ayah ...."K

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 7

    Namun, melihat rambut putih yang tiba-tiba muncul di pelipis Ayah hanya dalam semalam, aku tidak melanjutkan bertanya apa pun lagi. Mungkin, kehilangan anakku juga adalah hal yang baik.Semua yang berkaitan dengan Armando akhirnya benar-benar terputus dengan tuntas.Hari-hari berikutnya, aku menjalani pemulihan di rumah sakit, Ayah dan Kakak menjagaku dengan sangat ketat.Armando berkali-kali mencoba muncul mencari perhatian, tetapi tidak pernah bisa mendekatiku sedikit pun.Bahkan saat tengah malam dia memanjat jendela, tetapi para pengawal yang khusus disewa Kakak sama sekali tidak berbelas kasihan.Mereka langsung mendorong Armando hingga terjun dari lantai empat.Selama dua bulan masa pemulihan, aku tidak pernah melihat Armando lagi.Hanya saja pada hari aku keluar dari rumah sakit, saat diantar Ayah dan Kakak naik ke mobil,Aku melihat sosok yang berdiri jauh di seberang jalan menatapku. Di bawah topi baseball, Armando sudah kurus hingga berubah bentuk.Berdiri jauh di balik tirai

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 6

    "Pak Victor, bukan seperti yang Anda lihat. Sebenarnya, sifat Thalia yang terlalu manja dan keras kepala. Aku hanya ingin mendidiknya, bukan sengaja menyiksanya. Bahkan kalau Anda nggak datang pun, aku juga akan membawanya ke rumah sakit ....""Putriku apa perlu kamu yang mengajari? Kamu ini makhluk hina macam apa!"Belum sempat Armando selesai berbicara, Ayah kembali menendangnya keras hingga terpental.Namun karena menahan air mata, mata Ayah menjadi merah darah.Menyadari kondisiku makin memburuk, Ayah memberi peringatan terakhir kepada Armando,"Berengsek! Kalau hari ini terjadi apa-apa pada Lia dan anaknya, jangan harap kamu bisa keluar hidup-hidup dari sini!"Ayah menggendongku hendak pergi.Sementara itu, aku mengabaikan suara bisik-bisik di sekitarku, hanya menatap tajam ke arah Flora, Mirabel, serta semua orang yang pernah menyakitiku.Dengan jelas aku berkata, "Tunggulah dan siap-siap menerima hukuman. Semua yang kalian lakukan padaku hari ini, akan kubalas berkali-kali lipat

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 5

    Belum sempat kalimat itu selesai diucapkan, pintu aula tiba-tiba ditendang hingga terbuka. Sekelompok pengawal berbaju jas hitam dengan wajah dingin segera menerobos masuk.Begitu mendengar suara tersebut, ekspresi wajah seluruh hadirin di ruangan menjadi pucat pasi.Mirabel dan Flora juga seketika kaku tak berani bergerak, mereka ingin menoleh.Namun kepala mereka sudah ditodong dengan senjata sehingga tak bisa bergerak.Para pengawal dengan cepat berdiri di depanku. Dalam beberapa gerakan, mereka segera melumpuhkan orang-orang yang mencoba merobek pakaianku.Kepala pengawal yang memimpin itu menatap tajam sekeliling, lalu akhirnya matanya berhenti menyorot ke arah Armando.Wajah Armando seketika berubah muram.Melihat aku yang tergeletak di lantai, dia berteriak marah, "Thalia! Apa yang kamu lakukan? Sudah cukup belum?""Orang-orang ini kamu dapat dari mana lagi?"Tanpa mengatakan sepatah kata pun, aku hanya diam diselimuti dengan jas pengawal. Aku lalu menatap ke arah belakang Arman

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 4

    Melihat kemarahanku yang keluar kata demi kata dari tenggorokan, para pejabat tinggi dan orang berkuasa di kerumunan makin diliputi kecurigaan."Ini ... jangan-jangan Thalia benar-benar istri sah? Kalau begitu yang selingkuh itu Mirabel, oh ... pantas saja pernikahannya nggak diumumkan ....""Lihat cara Armando menatap perutnya dengan perasaan bersalah, jangan-jangan anak itu memang miliknya ...."Suara bisik-bisik di aula makin keras, membuat wajah Armando makin terlihat bersalah.Sementara merasakan detak janin dalam perutku yang makin melemah, aku tidak ingin lagi terlibat dengan mereka, hanya ingin segera pergi dari sini."Armando! Sekarang, kembalikan Terry padaku, segera bawa aku ke rumah sakit. Selama bayi ini nggak apa-apa, aku nggak akan mempermasalahkan kejadian hari ini.""Kita berpisah secara damai ... cerai"Namun sebelum selesai berbicara, Flora melempar gelas ke kepalaku, pecahan kaca segera menggores pipiku.Dia berteriak keras, "Diam! Kata-kata orang gila seperti kamu

  • Menyelusuri Jalan Hidupku   Bab 3

    "Justru kamu pelakor yang merusak keluarga anakku!"Makian tajam Flora terdengar.Punggungku terhantam keras ke dinding, seluruh perutku tiba-tiba terasa terpelintir kesakitan.Bayi di pelukanku juga direbut dariku dan diserahkan ke tangan Mirabel.Tak lama kemudian, para anggota kepolisian juga ikut meradang,"Benar! Seluruh anggota kantor polisi tahu kalau Kak Mando dan Kak Mirabel itu pasangan!""Kalau bukan karena Kak Mirabel yang memberi petunjuk, bagaimana mungkin bisa memecahkan begitu banyak kasus besar, dan kenaikan jabatan Pak Armando bisa secepat itu?""Kamu mantan istri nggak berguna, cuma bisa jadi beban bagi Kak Mando, justru kamulah yang seharusnya malu!"Memberi petunjuk? Memecahkan kasus? Naik jabatan?Bukankah semua itu justru aku yang membantu Armando mendapatkannya?Bukan hanya merebut identitasku, Armando bahkan ingin menyerahkan semua jasa itu kepada Mirabel, memberinya kehormatan yang cemerlang.Atas dasar apa!"Benar! Sekalipun kamu gila, merusak pernikahan mili

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status