"Kalau mau mandi, aku bantuin." Gluk! Satria yang duduk bersandar pada kepala ranjang dengan Rain yang duduk di atas pahanya itu meneguk ludah dengan kasar berulang kali. Wajahnya meringis, sedangkan sepasang matanya menatap lekuk tubuh Rain tanpa berkedip. Tangan pemuda mantan gigolo privat itu bergerak, menyambut tubuh istrinya dengan gerakan perlahan yang penuh cinta. "Mau, Sayang. Aku mau mandi keringat malam ini sama kamu," kata Satria, berbisik pelan, lalu menjulurkan lidahnya dan menjilat daun telinga Rain. "Ugh... geli, Sayang." Begitu ujung lidah Satria menempel di daun telinganya, tubuh Rain seketika menegang, memberikan respons alami pada sentuhan nikmat sang suami. "Aku kangen kamu... aku pengen mengobok-obok punya kamu sampe basah dan banjir kayak setiap kali kita main, Sayang." Satria berbicara pelan sembari mengendus aroma wangi parfum mahal yang melekat di tubuh istrinya, sedangkan tangannya bergerak perlahan menelusuri punggung Rain dan turun ke bagian bo
閱讀更多