"Kalau masalah itu, aku bisa kok memikirkan cara agar nanti aku hamil anak kamu," balas Sumi. "Tetap saja, aku merasa enggan. Sangat di sayangkan kalau wanita cantik dan baik sepertimu gak aku pertahankan di sisiku!" Sumi tersenyum getir. "Baik apanya, dulu aku ini sangat nakal. Kalau baik, aku pasti masih segel!" "Baik gak cuma di lihat dari luarnya. Tapi hatinya! Kalau kamu seperti Dita dan Yeni, walau seberapa cantik kamu ~ aku gak akan enggan sama sekali kehilanganmu," ucap Joko. Mendengar itu, Sumi menjadi terharu lagi, sehingga air matanya kembali mengalir keluar. Joko menghela nafas, ketegasan perlahan terlukis di wajahnya. "Walau aku akan di cap jahat, aku akan tetap membawamu ke sisiku!" Mendengar itu, Rara bersorak gembira. "Kamu memang yang terbaik, Jo!" Mata Sumi pun berbinar. Senyuman lembut perlahan terukir di bibirnya. "Kalau Joko berhasil, kamu mau kan ikut Joko ke ibu kota?" tanya Rara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sumi. Sumi mengangguk pelan. "Mau... a
Ler mais