Setibanya kembali di mansion Valerius setelah drama di Italia, suasana yang biasanya kaku dan penuh kedisiplinan militer mendadak berubah drastis. Dante Valerius, pria yang dijuluki "Iblis dari Barat" karena kekejamannya, kini tampak seperti pria yang benar-benar berbeda. Pagi itu, di ruang makan utama, Marco dan Sasha berdiri mematung di sudut ruangan. Mata mereka terbelalak melihat pemandangan yang mustahil. Dante, yang biasanya duduk tegak dengan koran bisnis dan kopi hitam pekat, kini sedang sibuk mengupas kulit buah anggur satu per satu untuk disuapkan ke mulut Aara. "Dante, aku bisa melakukannya sendiri," protes Aara dengan pipi merona merah. "Diamlah, Sayang. Tanganmu terlalu berharga untuk sekadar mengupas buah," gumam Dante tanpa mengalihkan pandangan dari istrinya. Ia kemudian mengecup telapak tangan Aara dengan lembut, tepat di depan mata para pengawalnya. Marco berdehem pelan, mencoba menutupi rasa canggungnya. "Tuan Besar, laporan mengenai pengiriman logistik di S
Terakhir Diperbarui : 2026-04-28 Baca selengkapnya