Fajar di Neo-Jakarta pada pertengahan Mei 2026 memancarkan spektrum warna yang tidak lagi terikat oleh hukum optik kuno. Melalui pendaran konstan Sovereign Light, atmosfer kota ini bergetar selaras dengan fluktuasi kehendak bebas yang sehat dari miliaran jiwa yang mendiaminya. Gerbang-gerbang dimensi yang menghubungkan dua belas wilayah aliansi berdiri tegak seperti pilar-pilar cahaya, mengalirkan informasi, energi kreatif, dan kemakmuran tanpa henti. Namun, bagi Surya Wijaya, kestabilan yang tampak sempurna ini adalah sebuah medan perang baru yang tak kasat mata. Di dunia yang telah terbebas dari rantai naskah Sang Editor, musuh terbesar peradaban bukan lagi tirani dari luar, melainkan kepasrahan internal yang lahir dari kenyamanan yang absolut.Surya Wijaya berdiri di titik tertinggi The Sovereign Aegis, sebuah dek observasi melayang yang mengawasi fluktuasi energi lintas dimensi. Ia mengenakan jubah kebesaran kaisar berbahan serat Chronos-Silk berwarna abu-abu arang, dengan sulaman
Last Updated : 2026-05-15 Read more