Neo-Jakarta di bawah kedaulatan mutlak klan Wijaya telah mencapai puncak peradaban yang belum pernah terbayangkan dalam naskah Sang Penulis mana pun. Di setiap sudut kota, monumen kristal yang merekam memori kolektif rakyat memancarkan cahaya keemasan yang menenangkan, memastikan bahwa tidak ada satu pun jiwa yang merasa terasing dalam kebebasan mereka. Namun, bagi Surya Wijaya, ketenangan ini hanyalah permukaan dari samudra yang jauh lebih dalam. Ia menyadari bahwa ketika sebuah semesta tumbuh tanpa batas, ia akan mulai menyentuh "Dinding Luar"—wilayah yang dulu disegel oleh Para Tukang Kebun sebagai dimensi terlarang karena berisi sisa-sisa naskah yang dianggap terlalu berbahaya untuk dipublikasikan.Surya Wijaya berdiri di pusat kendali The Sovereign Aegis, sebuah stasiun luar angkasa yang mengorbit di perbatasan dimensi ke-12. Ia mengenakan setelan taktis kaisar berwarna hitam pekat dengan aksen perak, menonjolkan postur tubuhnya yang dominan, bahu yang lebar, dan dada yang bidang
Last Updated : 2026-05-08 Read more