Setelah duduk dan mengatur napas, aku segera angkat telepon.Di sana, suamiku mengomel."Kamu ngapain, sih? Kok angkat teleponnya lama banget?""Rapor anak kita yang kamu kirim semalam, sudah kulihat barusan, nilainya kok turun banyak?"“Sudah kubilang, kamu 'kan sudah nggak bekerja, jadi nggak ada kesibukan apa-apa. Kamu harus lebih ketat mengawasi dia belajar!"Jantungku masih berdegup kencangan karena rangsangan yang tiba-tiba itu.Aku nggak bisa konsentrasi menanggapi suamiku, hanya bisa mengiyakan.Suamiku hening sejenak, kemudian tiba-tiba bertanya, "Kamu ada di mana? Kenapa napasmu terdengar berat begitu?""Kamu selingkuh, ya?"Pertanyaan suamiku bagai petir yang menyambar, aku ketahuan.Meskipun bukan selingkuh, sebenarnya juga sama saja.Apa boleh buat, demi menghilangkan kecurigaan suamiku, terpaksa aku buka kamera.Aku mengarahkan ponsel ke sekeliling ruangan sambil berpura-pura tenang, lalu tertawa."Tetangga baru kita ternyata sahabatku waktu kuliah.""Aku ajak anak kita b
Read more