Selepas dinas Antares kembali ke ruangan Delia. Di situ dia melihat Delia hanya sendirian, tak satupun orang menemaninya. Ekhem,, deheman pria itu membuat Delia menoleh sekilas ke arah pintu, tak lupa dia memasang muka kecut, seolah-olah ingin protes kenapa harus menunda-nunda hari kepulangannya. "Kamu belum tidur yang?" "Menurutmu?" jawab Delia dengan dengusan kecil.Pria itu melepaskan pakaian kerjanya dan meletakkannya di sofa, kemudian dia bergegas menuju berankar di mana istrinya tengah rebahan. "Ditanya gitu aja kok jawabnya jutek," desisnya. "Kenapa?" "Aku cuma pingin pulang! Aku pingin tidur di rumah," bantah Delia. "Kalau kamu memang suamiku harusnya kamu peduli sama aku! Bukan malah ngilang-ngilang terus! Kau bahkan tega melihatku sendirian seperti ini. Suami macam apaan coba? Suami yang setia itu selalu ada di saat dibutuhkan, bukannya hilang dan kembali saat tidak dibutuhkan!" Antares menaiki berankar dan merebahkan dirinya di sana. Dia mencubit gemas hidung mancungn
Leer más