Seminggu sudah Shanty dan Delia berada di rumah orang tuanya. Shanty memang sengaja mengulur waktu untuk kembali ke kota. Dia memang sengaja ingin memancing emosi suaminya, karena dengan begitu ia akan tahu seberapa besar kasih sayang Wijaya untuknya. "Ma, mama yakin nggak mau pulang ke kota?" tanya Delia sembari menikmati makanan khas pedesaan buatan neneknya."Entahlah, mama masih males. Mendingan di sini aja dulu, toh kakakmu juga udah menghandle pekerjaan kantor," jawab Shanty. "Terus kalau papa nyariin gimana?" "Bodo amat! Memangnya gue pikirin?" Shanty berdesis. "Papa kamu sudah tua, sudah tahu jalan apa yang hendak dipilihnya," cerocosnya masih menyimpan kejengkelan.Delia menggembungkan pipinya. "Iya aku tahu Papa bersalah, tapi apakah kita akan tetap di sini terus? Aku nggak kerasan ma, aku pingin pulang!" "Kamu mau pulang? Yaudah suruh jemput Liam. Nanti Mama telepon Liam biar jemput kamu, tapi ingat, jangan keluyuran. Sekarang kamu sudah menjadi milik orang, jangan samp
Ler mais