Riven menghembuskan napas panjang. Tatapan birunya beralih kepada Fiora, lalu kepada Zephyr yang masih berdiri tegak dengan tablet di tangannya. "Kalau begitu..." gumannya pelan. "Mari kita mulai." Jantung Fiora langsung berdetak lebih cepat. Meskipun sejak awal ia tahu hari ini akan tiba, kenyataannya tetap saja akan selalu terasa berbeda. Tanpa sadar, kini telapak tangannya pun saling menggenggam. Melihat sikap Fiora, Riven pun melangkah mendekati gadis itu. "Boleh aku menggandeng tanganmu?" tanyanya lembut. Selama beberapa saat, Fiora menatap wajah pria itu, lalu perlahan ia pun mulai mengangguk. "Iya..." Sementara itu, Darius menatap keduanya dengan manik merah menyala yang berkilat kesal. "Aku tidak suka ini..." ucapnya tajam. "Aku tahu ini adalah prosedur, tapi tetap saja..." Tatapannya lalu beralih kepada Fiora yang terdiam sambil menggigit bibirnya. "...aku tidak suka," lanjut Darius lagi. Lalu tiba-tiba pria itu merasakan bahunya ditepuk pelan o
続きを読む