Beberapa hari telah berlalu sejak Fiora tersadar. Berkat perawatan medis terbaik yang diterimanya, kondisi Fiora pub pulih jauh lebih cepat dari perkiraan. Nafsu makannya telah kembali, warna merah muda di pipi dan bibirnya yang sempat memudar, kini perlahan mulai menghiasi wajahnya lagi. Bahkan ia sudah mampu berjalan sendiri tanpa bantuan siapa pun, meski dokter masih melarangnya melakukan aktivitas berat. Dan hari itu, untuk pertama kalinya, Fiora kembali mengenakan seragam putih sederhana milik para gadis penampung benih. Saat berdiri di depan cermin, ia memandang bayangannya sendiri selama beberapa detik. "...Aku benar-benar sudah sembuh," gumannya pelan. Namun meskipun begitu, masih ada satu hal yang terasa sangat tidak biasa. Setelah keluar dari ruang perawatan, ia tidak lagi ditempatkan di kamar lamanya bersama Rea. Sebaliknya, Fiora dipindahkan ke sebuah kamar lain yang jauh lebih luas. Dengan tempat tidur empuk berukuran besar, lemari kayu berukir indah,
続きを読む