Terdampar Di Pulau Bersama Lima Pria Berbahaya

Terdampar Di Pulau Bersama Lima Pria Berbahaya

last updateDernière mise à jour : 2026-05-28
Par:  Black AuroraMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
7 Notes. 7 commentaires
55Chapitres
4.6KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

(WARNING 🔞) Di masa depan, dunia tak lagi butuh cinta. Dunia butuh keturunan, untuk menghindarkan manusia dari kepunahan. *** Fiora diutus untuk mengandung anak dari seorang pria misterius yang ada di sebuah pulau tersembunyi. Sebagai salah satu dari segelintir wanita yang selamat pasca tragedi virus mematikan yang membuat sebagian besar wanita seluruh di dunia tewas, Fiora dituntut oleh untuk melahirkan bayi sebanyak mungkin agar manusia tidak punah. Namun betapa terkejutnya Fiora saat ia baru saja tiba di Pulau tersebut... ... dan ternyata bukan hanya untuk melayani hasrat satu orang pria, melainkan lima! Dan bukan cuma sangat tampan dan kuat, namun mereka juga berbahaya serta memiliki kekuatan di luar batas manusia biasa. Vael, yang bisa mengendalikan ingatan, sekaligus pemimpinnya. Riven, si pembaca pikiran. Darius, yang super kuat. Elyon, memiliki kemampuan penyembuh. Dan Zephyr, si pengendali angin. ***

Voir plus

Chapitre 1

1. Lima Pria dalam Satu Pulau

Suara baling-baling helikopter berdengung keras di telinga Fiora.

Gadis itu duduk diam di kursinya, menatap keluar jendela dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Di bawah sana, hamparan laut biru membentang luas, berkilauan terkena pantulan cahaya matahari.

Angin mengguncang badan helikopter perlahan, namun Fiora tetap tenang.

Atau setidaknya… berusaha terlihat tenang.

Ini adalah hari penugasannya.

Hari di mana ia akan dikirim ke pulau tempat seorang pria tinggal, pria yang akan menjadi pemberi benih untuknya.

Jantung Fiora pun seketika berdetak lebih cepat.

Dan tanpa sadar, pikirannya pun melayang kembali ke penampungan, tempat tinggalnya selama beberapa tahun terakhir.

BEBERAPA SAAT YANG LALU...

"Sudah siap berangkat, Fiora?"

Gadis muda bersurai merah gelap itu mengangkat wajahnya, lalu tersenyum pada Rea, temannya yang barusan bertanya.

"Ya. Hari ini adalah penugasanku ke pulau itu," sahut Fiora, lalu memeluk Rea yang mulai tampak sedih.

Mereka sudah menjadi teman sekamar selama beberapa bulan di penampungan, jadi pantaslah Rea merasa bersedih ditinggalkan oleh Fiora.

"Cepatlah buat pria itu menanamkan benihnya di rahimmu, lalu segeralah pulang ke sini," ucap Rea dengan bibir setengah cemberut dan mata yang berkaca-kaca.

"Hm? Tapi nanti malah kamu yang tidak ada di sini," gurau Fiora, sembari menjawil ringan hidung Rea. "Bukankah kamu juga akan ditugaskan?"

Wajah Rea pun semakin tampak muram mendengarnya.

Ya, ia memang sudah mendengar bahwa dirinya juga akan ditugaskan ke suatu tempat, untuk bertemu dengan pria yang akan menanam benih di tubuhnya.

Sebagai gadis muda dengan tubuh sehat, Fiora dan Rea tidak bisa menolak takdir mereka sebagai "penampung benih".

Ini semua demi kebaikan, demi keberlangsungan hidup seluruh umat manusia agar tidak punah.

Semua bermula karena tiga puluh tahun yang lalu, sebuah wabah virus misterius dan mematikan yang dikenal dengan sebutan EVE-13, telah menewaskan milyaran manusia di bumi.

Korban terbanyak adalah dari anak-anak dan wanita, hingga akhirnya hanya menyisakan beberapa saja yang mampu bertahan.

Biasanya yang kebal pada virus EVE-13 adalah wanita muda seusia Fiora dan Rea, antara 17-24 tahun.

Usia di bawah atau di atas itu, mereka tidak akan mampu bertahan.

Sedangkan dampaknya untuk para pria, adalah ketidakmampuan untuk bereproduksi. Dengan kata lain, mandul.

Hanya pria dengan kondisi kesehatan benar-benar prima saja yang masih tetap normal.

Kehilangan jumlah manusia secara besar-besaran ini pun pada akhirnya membuat para pemimpin dunia sepakat untuk menyusun "Project Genetic".

Yang poin-poinnya adalah mendata gadis-gadis dengan rahim sehat, mengumpulkan mereka pada lokasi-lokasi penampungan, dan menjadikan mereka sebagai "penampung benih."

Project Genetic juga mendata pria-pria sehat yang bisa memproduksi sperma berkualitas, untuk "dipasangkan" dengan gadis "penampung benih."

Jika sang gadis telah berhasil mengandung, dia harus kembali ke penampungan untuk mendapatkan perawatan terbaik hingga bayinya lahir.

Dan bila bayi tersebut selamat hingga lahir, sang ibu tidak akan bisa merawatnya. Karena bayi itu akan segera dibawa ke laboratorium khusus milik pemerintah.

Dibesarkan di sana dengan pengawasan yang sangat ketat hingga dewasa.

Sementara sang ibu?

Setelah memulihkan kondisi pasca melahirkan selama enam bulan, maka ibu tersebut akan ditugaskan kembali menjadi penampung benih.

Terdengar kejam, namun sejujurnya langkah ini cukup berhasil untuk mengatasi "kiamat kecil" yang melanda dunia sejak itu.

Fiora dan Rea, juga adalah produk hasil penanaman benih.

Mereka tidak mengenal siapa ibu dan ayah mereka, rahasia itu hanya dipegang oleh pemerintah yang mengatur semuanya.

Fiora mencoba memeriksa penampilannya sekali lagi pada cermin besar yang menempel di dinding.

Rambut merah ikalnya dikepang ala French twist dengan rapi, panjang hingga ke pinggang. Menyisakan helai-helai halus kemerahan yang jatuh lembut di pipinya yang putih.

Gaun putih dari sutra lembut dengan bagian dada yang terbuka, menampilkan dua bukit yang menggoda namun tetap terlihat manis.

Bagian bawahnya hanya sebatas paha, membuat kaki jenjang dengan betis indah itu terpampang menggiurkan.

Ia harus tampil maksimal agar si pria "pemberi benih" itu tertarik padanya. Semakin cepat selesai, semakin baik.

Suara pintu yang diketuk, membuat kedua gadis itu menoleh ke arah yang sama.

"Fiora, sudah saatnya untuk berangkat!" ucap suara seseorang dari balik pintu yang masih tertutup.

Fiora menghela napas pelan. "Ya, aku akan keluar."

Saat itu juga, Rea berjalan mendekat dan memeluknya. Air matanya telah tumpah, namun gadis itu masih menahan isaknya.

Baru saja beberapa bulan ia merasakan persahabatan yang mendalam dengan Fiora, namun sekarang mereka harus berpisah.

Entah apakah mereka masih bisa bertemu lagi di masa depan.

Mungkin Rea sudah pergi, atau Fiora yang tidak kembali karena dipindahkan ke penampungan lain jika berhasil mengandung benih di rahimnya.

Fiora tersenyum menguatkan, sembari menggenggam tangan sahabatnya. Dengan lembut, gadis itu pun mengecup pipi Rea.

"Sampai jumpa lagi, Rea. Jaga diri dan kesehatanmu," ucapnya pelan, sebelum melangkah keluar kamar untuk menjemput takdirnya.

***

"Pulau tujuan kita sudah dekat. Bersiaplah."

Suara seorang pria berseragam tentara membuat lamunan Fiora sirna seketika.

Dengan mengernyitkan keningnya, Fiora berusaha menghalau sinar matahari yang masuk melalui jendela helikopter.

Di bawah sana, ada sebuah pulau hijau yang dikelilingi pantai yang luar biasa indah. Lautnya yang jernih bagai berlian biru yang memukau.

Pasirnya yang putih keemasan memantulkan cahaya, membuat Fiora terkesima. Seketika senyum pun terukir di bibirnya.

Sudah lama sekali ia tidak melihat pantai!

Mungkin hanya sekali dalam seumur hidupnya, dulu sekali.

Karena seluruh sisa hidupnya lebih banyak dihabiskan di dalam penampungan atau laboratorium.

Fiora merasakan jantungnya mulai berdebar. Itu adalah pulau dimana si pria pemberi benih tinggal.

Semoga saja pria itu terkesan dengan penampilannya, dan mereka bisa bekerja sama dengan baik.

Fiora merasakan badan helikopter itu mulai bergerak turun dengan perlahan di atas permukaan laut, menerbangkan bulir-bulir air dan pasir yang beterbangan di udara yang bersih.

Pandangan gadis itu tertuju pada sosok seorang pria yang tiba-tiba muncul dari balik rerimbunan tanaman.

Masih muda, mungkin hanya beberapa tahun di atasnya. Wajahnya tampan, rambutnya gelap, dan warna matanya... merah??

Fiora mengerjap pelan. Apa dia salah lihat? Apa ada manusia dengan warna mata seperti itu??

"Oh, rupanya salah satu calon pemberi benih-mu sudah datang untuk menjemput," ucap pria yang mengawal Fiora.

Sontak saja gadis itu terkejut mendengarnya. "Tunggu. Apa maksudnya 'salah satu??'" tanya Fiora seraya menatap pria berseragam tentara yang barusan berucap.

Pria itu pun hanya diam dan saling melirik temannya yang lain, tampak ragu untuk menjelaskan.

"Bukankah memang hanya ada satu??" kembali Fiora bertanya, kali ini sedikit mendesak.

Pria tentara itu akhirnya menghela napas pelan. "Sepertinya kamu tidak diberitahu, ya?"

"Apa? Diberitahu apa??" Fiora kini mulai tampak panik.

"Pemberi benih-mu bukan cuma satu orang, Fiora. Mereka... ada lima."

***

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentairesPlus

Nia Khair
Nia Khair
sejauh ini, kisah ini paling beda sih... jadi bikin penasaran
2026-05-19 19:11:01
1
1
Kei
Kei
good luck utk buku barunya kak
2026-04-16 21:33:58
1
1
Margaretha Indrayani
Margaretha Indrayani
ini fiora kok kasihan banget ya harus menghadapi 5 pria kasar
2026-04-15 21:54:30
1
0
Black Aurora
Black Aurora
Halo, selamat datang di buku baruku 🫶 karena genrenya reverse harem, jadi harap maklum kalau Fiora mau sana sini ya wkwkwk ......... semoga bisa dinikmati sebagai hiburan semata ...
2026-04-15 19:32:12
0
0
Margaretha Indrayani
Margaretha Indrayani
aku mampir thor, crritanya ini agak menyeramkan ya
2026-04-14 22:57:50
1
0
55
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status