Se connecterDi masa depan, dunia tak lagi butuh cinta. Dunia butuh keturunan, untuk menghindarkan manusia dari kepunahan. *** Fiora diutus untuk mengandung anak dari seorang pria misterius yang ada di sebuah pulau tersembunyi. Sebagai salah satu dari segelintir wanita yang selamat pasca tragedi virus mematikan yang membuat sebagian besar wanita seluruh di dunia tewas, Fiora dituntut oleh untuk melahirkan bayi sebanyak mungkin agar manusia tidak punah. Namun betapa terkejutnya Fiora saat ia baru saja tiba di Pulau tersebut... ... dan ternyata bukan hanya untuk melayani hasrat satu orang pria, melainkan lima! Dan bukan cuma sangat tampan dan kuat, namun mereka juga berbahaya serta memiliki kekuatan di luar batas manusia biasa. Vael, yang bisa mengendalikan ingatan, sekaligus pemimpinnya. Riven, si pembaca pikiran. Darius, yang super kuat. Elyon, memiliki kemampuan penyembuh. Dan Zephyr, si pengendali angin. ***
Voir plusHampir dua jam telah berlalu, dan Zephyr masih duduk di kursi yang sama... sejak Riven membawa Fiora masuk ke dalam kamarnya untuk proses pembenihan. Punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat di depan dada, sementara tatapan hijaunya sesekali tertuju pada pintu kamar yang tak kunjung terbuka. Ia tidak mengatakan apa-apa, namun semakin lama waktu berlalu, semakin sulit baginya untuk tetap bersikap tenang. Darius yang sejak tadi duduk di sofa akhirnya meliriknya. "Kau sudah melihat pintu itu mungkin selama seratus kali." Zephyr tidak menjawab, sementara Elyon yang sedang merapikan beberapa perlengkapan medis pun ikut menoleh. "Prosedurnya memang bisa memakan waktu," ucap pria itu. Zephyr tetap diam selama beberapa menit, hingga akhirnya ia pun bangkit dari kursinya. Gerakannya begitu mendadak hingga pandangan Darius dan Elyon pun sontak tertuju padanya. "Kau mau ke mana?" tanya Darius heran. "Menjemput Priority Alpha," sahut Zephyr. Darius seketika mengernyit. "S
Riven tersenyum dan mengusap lembut lengan Fiora. "Masih gugup?" Fiora mengangguk kecil. "Sedikit." Kali ini Riven sudah menggenggam tangan Fiora hangat dan tidak memaksa. "Coba tarik napas pelan, lalu lepaskan," ucap pria itu. Fiora pun menurut. Ia menarik napas, kemudian menghembuskannya. Lalu mencobanya sekali lagi. Tanpa disadari, ketegangan di bahunya pun mulai terasa mengendur. Riven memperhatikan perubahan itu dengan seksama serta senyum tipis di wajahnya. Kemampuannya membaca pikiran sangat membantu untuk mengetahui bukan cuma apa yang dipikirkan Fiora, tapi juga apa yang dirasakan gadis itu. "Nah. Sekarang kamu jauh lebih baik," ucap Riven. Fiora menatap wajah pria bersurai pirang itu lamat-lamat. "Apa kamu selalu seperti ini?" Riven menaikkan alisnya yang pirang. "Seperti apa?" "Uhm... tenang." Riven berpikir sejenak, lalu menggeleng samar. "Tidak juga." Jawaban itu membuat Fiora terkejut. "Tidak?" "Aku hanya pandai berpura-pura," balas pria i
Riven menghembuskan napas panjang. Tatapan birunya beralih kepada Fiora, lalu kepada Zephyr yang masih berdiri tegak dengan tablet di tangannya. "Kalau begitu..." gumannya pelan. "Mari kita mulai." Jantung Fiora langsung berdetak lebih cepat. Meskipun sejak awal ia tahu hari ini akan tiba, kenyataannya tetap saja akan selalu terasa berbeda. Tanpa sadar, kini telapak tangannya pun saling menggenggam. Melihat sikap Fiora, Riven pun melangkah mendekati gadis itu. "Boleh aku menggandeng tanganmu?" tanyanya lembut. Selama beberapa saat, Fiora menatap wajah pria itu, lalu perlahan ia pun mulai mengangguk. "Iya..." Sementara itu, Darius menatap keduanya dengan manik merah menyala yang berkilat kesal. "Aku tidak suka ini..." ucapnya tajam. "Aku tahu ini adalah prosedur, tapi tetap saja..." Tatapannya lalu beralih kepada Fiora yang terdiam sambil menggigit bibirnya. "...aku tidak suka," lanjut Darius lagi. Lalu tiba-tiba pria itu merasakan bahunya ditepuk pelan o
Beberapa menit kemudian... Pintu baja otomatis di dalam unit itu kembali bergeser dengan suara mendesis pelan. Fiora melangkah masuk lebih dulu, diikuti oleh Zephyr yang berjalan densgn tenang beberapa langkah di belakangnya. Begitu melihat sosok pria bersurai perak itu memasuki unit mereka, Riven yang sedang membaca pun sontak mengangkat kepalanya. Elyon pun juga menghentikan aktivitasnya merapikan kotak obat, sementara Darius yang sedang duduk di sofa perlahan berdiri. Tatapan merahnya langsung berubah tajam. "...Apa yang dia lakukan di sini?" Suasana yang semula tenang segera berubah menjadi tegang. Zephyr berhenti beberapa langkah dari pintu, lalu menatap ketiga pria itu. "Aku mendapat penugasan baru." Darius mendengus. "Aku tidak bertanya tentang tugas, aku bertanya kenapa kau masuk ke dalam unit kami!" Zephyr menatapnya datar. "Mulai hari ini, aku ditugaskan menjadi pengawal pribadi Priority Alpha." Serta-merta, tatapan ketiga pria itu pun mengarah kepada Fiora dalam
Lalu perlahan, tangannya pun terangkat dan menyentuh lengan Fiora. Hangat. Seketika itulah yang Fiora rasakan. Rasa hangat yang lembut dan menenangkan, seperti rasa sakit itu ditarik keluar sedikit demi sedikit Ia masih belum terbiasa dengan kekuatan aneh mereka, tapi tak pelak bersyukur juga
Riven masih tersenyum, seolah apa yang ia katakan hanyalah hal biasa. Namun Fiora tidak bisa langsung merespons, karena pikirannya mendadak menjadi kacau. Pulau ini… para pria itu… kemampuan mereka… Semua terasa terlalu tidak masuk akal. Tanpa sadar, Fiora menggenggam lebih erat batang bunga
"Bunga itu, namanya apa?" tiba-tiba Fiora bertanya dengan kepala yang sedikit ditelengkan melihat beberapa kelompok bunga kecil warna oranye terang. Ia belum pernah melihatnya. Di penampungan, tak banyak aneka bunga yang bisa dilihat. Tempat itu hanya memiliki taman yang dilapisi rumput hijau d
Sejujurnya, Fiora sedikit kecewa ketika Vael menyebut nama Darius, untuk menjadi pemberi benih pertama di antara mereka. Bukan berarti Fiora memilih Riven juga, hanya saja... entahlah... Dalam hati kecilnya, Fiora berharap jika Vael saja yang akan menjadi pemberi benih untuknya... Gadis itu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentairesPlus