Sekitar setelah satu minggu ujian negara dilaksanakan, hari ini adalah pengumuman. Banyak warga kota yang tidak bersangkutan ikut berkumpul di papan pengumuman alun-alun kota karena penasaran. Sedangkan para peserta ujian sedang merasakan gugup, cemas, dan penuh harap saat gulungan kain masih tergulung. Di antara kerumunan itu, Lin Shuyu berdiri sedikit di belakang. Ia tidak berusaha maju, hanya menatap dari jauh dengan tenang.Saat pihak akademi muncul kemudian meraih tali gulungan untuk bersiap memulai, semua mata langsung tertuju ke depan dan suaranya langsung senyap.Dalam hitungan mundur, petugas itu menarik tali dengan mantap hingga terbuka dan menampilkan barisan nama-nama peserta yang lulus.“Namaku… Mana namaku?”“Jangan sedih. Tahun berikutnya kau pasti bisa.”“Permisi.”Dalam sekejap, kerumunan menjadi pecah, dorong-mendorong tak terhindarkan. Beberapa orang mencoba maju lebih dekat, sementara yang lain hanya bisa berdiri dengan wajah pucat.Seorang pemuda yang berpenamp
Last Updated : 2026-05-05 Read more