Di depan gerbang utama ibukota Dinasti Yan, antrean pedagang, musafir, dan kereta dagang berbaris panjang. Beberapa prajurit berdiri tegak dengan tombak panjang di tangan. Mereka kini bertugas lebih detail dan waspada dari biasanya. Surat izin masuk, barang bawaan, hingga wajah para pendatang asing tak luput dari pengamatan.Sejak kematian Putra Mahkota di Beiyan, penjagaan di seluruh pintu masuk ibukota diperketat, khususnya siapapun yang berasal dari Beiyan. “Berikutnya!” seru seorang penjaga dengan suara lantang.Seorang pedagang dari Xiluo mengenakan jubah tebal yang tampak berdebu dan berambut keriting datang maju dengan gugup. Di sampingnya, seekor keledai membawa dua peti kayu kecil yang terikat di punggungnya.“Tunjukkan dokumen perjalanan Anda,” perintah prajurit penjaga itu sambil mengulurkan tangan.Pedagang itu buru-buru merogoh saku di balik lipatan jubahnya. Tangannya menyerahkan surat yang dijilid lipat zig-zag. Penjaga membuka surat itu, memeriksa cap resmi dan isi
Last Updated : 2026-05-11 Read more