Sekian hari setelah dirinya masuk ke dunia baru, seluruh penghuni kediaman Xie hidup dalam ketenangan. Tidak ada suara pecahan barang keramik menghantam lantai, teriakan emosional yang membuat para pelayan gemetar ketakutan, hingga seruan pelayan yang memohon ampun. Di depan tembok pembatas halaman ruangan Ruyu, seorang pelayan dari kamar Ping’er berpapasan dengan kedua pelayan yang baru saja selesai mengganti seprai dan pakaian di kamar Ruyu. Mereka mulai saling berbisik, “Aku perhatikan, Nona kalian tidak seperti biasanya akhir-akhir ini.” “Betul. Aku juga merasa semenjak Nona Kedua jatuh sakit, Nona Pertama tidak pernah lagi marah-marah,” jawab salah satu pelayan di antara mereka. Pelayan satunya ikut menimpali, “Berarti itu tandanya kita sudah berhati-hati agar tidak membuatnya emosi.” Saat mereka masih mengobrol, pintu kamar Ruyu terbuka. Xiaoli keluar sambil membawa sebaskom air. Ketiga pelayan itu melambaikan tangan, menyuruhnya untuk mendekat. “Xiaoli, kau kan sela
Last Updated : 2026-04-06 Read more