Sudut pandang Lena:Aku tidak ingat kapan aku tertidur. Saat bangun, ponselku sudah mati. Saat aku baru saja hendak duduk, terdengar suara langkah kaki yang menyusuri lorong."Lena? Kamu masih belum tidur?" tanya Kaleb dengan lembut.Kaleb melangkah masuk ke kamar, lalu menyalakan lampu. Begitu cahaya hangat menyinari ranjang, dia langsung menatapku dengan tatapan dipenuhi kekhawatiran dan berkata dengan lembut, "Kamu baru saja hamil. Bukannya dokter bilang kamu nggak boleh bergadang?""Aku baru saja bangun," jawabku dengan cepat, lalu memalingkan wajahku sedikit untuk menghindari ciuman yang hendak diberikan Kaleb.Senyuman Kaleb goyah sejenak, lalu mengernyitkan alisnya. "Kamu nangis, ya?"Saat Kaleb kembali mendekat, aku mencium aroma parfum yang samar-samar menempel di tubuhnya. Aku langsung mengenalinya karena itu adalah parfum yang dulu Kaleb belikan untukku. Hingga hari ini, aku baru tahu Ruby memiliki parfum yang sama persis.Aku tidak pernah menyukai aroma parfum itu, sehingga
Read more