LOGINSaat aku hamil tiga bulan, wanita yang disebut sebagai adik tiri dari suamiku, Ruby, muncul di depan pintuku. Dengan perut buncitnya, Ruby berkata, "Nyonya, karena hari perkiraan kelahiran anakku sudah sangat dekat, aku pikir kamu harus tahu ... pewaris Bos ada di dalam perutku." Ruby meletakkan semuanya di hadapanku mulai dari foto-foto intimnya dengan Kaleb, catatan transfer uang mingguan yang dikirim Kaleb padanya, dan bahkan akta dari sebuah vila. Tanggal paling awal dari semua ini terjadi adalah saat aku kehilangan bayi pertama kami dan dokter berkata aku akan sulit untuk bisa hamil lagi. Selama bertahun-tahun ini, aku terus menjalani program bayi tabung dan berusaha keras untuk bisa mengandung anak kami lagi. Sementara itu, Kaleb malah bermain-main dengan wanita yang disebut sebagai adik tirinya itu. Jika Kaleb memang sangat menginginkan wanita lain, aku akan membiarkannya memiliki wanita itu. Lagi pula, aku memang sudah tidak berniat untuk tinggal di sini lagi. Aku sudah merencanakan kepergianku.
View MoreSudut pandang Lena:Tanpa kusadari, satu tahun pun berlalu.Aku melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Dia benar-benar seperti malaikat karena jarang menangis, selalu tersenyum, dan selalu terkikik-kikik. Entah bagaimana, dia membuat segalanya terasa lebih santai, lebih hangat ... dan lebih baik. Aku menamainya Anna yang berarti kekuatan.Aku dan Alena membuka toko roti kecil di bawah apartemen kami. Ini membuat kehidupanku lebih mudah karena aku bisa bekerja sambil merawat Anna di saat yang bersamaan. Usahanya memang tidak besar, tetapi cukup untuk menafkahi keluarga kecil kami.Setelah sekian lama, ini pertama kalinya aku melakukan sesuatu yang benar-benar kucintai. Membuat roti dan melihat orang-orang menikmatinya sambil tersenyum. Memang sederhana, tetapi itu adalah segalanya.Aku sudah jarang mendengar kabar apa pun dari Nusa Danu lagi, hanya beberapa saja.Kaleb telah turun dari posisinya sebagai bos. Para sepupunya memang sudah lama mencari cara untuk menyingkirkannya da
Sudut pandang Lena:Ruby menerjang ke arahku dan mencoba untuk merebut ponsel itu.Aku menarik ponsel itu kembali dan berkata dengan tenang, "Nggak perlu repot. Aku sudah mengunggahnya. Meskipun kamu hapus rekaman ini, itu juga nggak ada gunanya.""Apa yang kamu mau dariku?" bentak Ruby dengan suara yang meninggi dan ketenangannya benar-benar runtuh."Aku mau kamu buat Kaleb menandatangani surat cerainya dan bantu aku pergi dari Nusa Danu," kataku.Ruby berkedip karena terkejut, lalu tertawa. "Hanya itu?"Aku menepis tangan Ruby dariku. "Ya. Seperti yang aku bilang, aku nggak tertarik terlibat dengan hubungan kalian berdua lagi."Ruby menatapku sejenak. "Kamu mau kapan pergi?"Aku menjawab, "Hari ini, secepat mungkin.""Beres."Ruby berbalik dan berjalan menuju pintu. "Kamu pastikan saja tepati janjimu. Jangan kembali lagi dan jangan ganggu aku dengan Kaleb lagi."Tak lama setelah Ruby pergi, Alena kembali dan menatapku dengan bingung. Dia berkata perlahan-lahan, "Aku dengar sesuatu so
Sudut pandang Lena:Kaleb mengusap rambutnya dan berkata dengan suara tidak stabil, "Lena, aku ....""Kamu harus pergi sekarang juga," kataku.Kaleb perlahan-lahan bangkit dari lantai, terlihat seperti pria yang berada di ambang kegilaan. Dia mendekat dan membungkuk, lalu tangannya mencengkeram daguku dan memaksaku menatap matanya. Dia berkata dengan suara rendah dan nada berbahaya, "Lena, jangan memaksaku. Kamu tahu aku akan seperti apa saat nggak dapat apa yang aku mau."Dia jarang menunjukkan sisi dirinya yang seperti ini di depanku, tetapi sekarang aku sama sekali tidak terkejut setelah tahu siapa dirinya yang sebenarnya.Aku tersenyum sinis. "Jadi, sekarang kamu bukan hanya mengkhianati pernikahan kita, tapi mau paksa aku tetap tinggal juga. Untuk apa? Untuk jaga citramu sebagai bos dengan keluarga sempurna? Jadi, semua sandiwaramu tadi yang berlutut dan minta maaf bukan karena kamu sadar telah menyakitiku, tapi karena kamu takut kehilangan kendali atasku.""Aku akhirnya tahu apa
Sudut pandang Lena:Aku tidak langsung menjawab pertanyaan itu.Alena memang selalu pandai membaca pikiranku, dia tidak membutuhkan kata-kata. Pada detik berikutnya, dia berdiri dan berjalan menuju pintu.Aku mengulurkan tangan dan menghentikan Alena, lalu berkata dengan pelan, "Alena, aku tahu."Alena terpaku sejenak, lalu bertanya dengan suara bergetar, "Kamu tahu ini dari kapan? Jadi ... ini yang terjadi padamu .... Kamu pingsan, keadaan darurat ...."Dia menoleh dan menatapku dengan tatapan dipenuhi amarah serta ketakutan. "Semua ini karena Kaleb?""Aku sudah menandatangani surat perjanjian cerainya, aku akan meninggalkannya," kataku dengan pelan dan nadaku lebih tegas daripada sebelumnya.Namun, Alena masih terlihat seperti bisa menerobos ke pintu kapan pun dan pergi menghadapi Kaleb. "Kenapa dia bisa melakukan ini padamu? Setelah semua yang kamu korbankan untuknya ... semua yang kamu pertaruhkan?"Alena adalah orang yang tetap berada di sisiku, bahkan saat aku tidak bisa bangun d


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.