Mu Qingning saat ini sedang sakit.Berbalut piyama, ia meringkuk di sudut ranjang seperti kucing yang kedinginan.Wajahnya pucat pasi, dan sesekali gelembung kecil muncul dari ujung hidungnya.Tampaknya sangat memelas.Lu Xiao menyentuh dahinya. Untungnya tidak demam.Hanya masuk angin biasa."Sudah minum obat?" Lu Xiao bertanya.Mu Qingning menggeleng-gelengkan kepalanya seperti kentongan."Belum. Obatnya pahit. Aku tidak mau minum."Melihat kondisinya tidak terlalu serius, Lu Xiao tidak memaksanya, "Aku buatkan air jahe?""Tidak mau. Air jahe tidak enak." Mu Qingning menggeleng lebih dulu, kemudian mengedip-ngedipkan matanya dan berkata,"Tapi... kalau kamu yang menyuapiku, aku mau minum."Tentu saja Lu Xiao tidak langsung setuIni bukan lelucon. Ia adalah Panglima Muda Kerajaan—seorang jenderal yang namanya menggetarkan perbatasan. Masak harus menyuapkan segelas air jahe gula merah kepada gadis kecil seperti ini? Kalau sampai ada yang tahu, kemana lagi ia harus menaruh muka?"Tolon
Last Updated : 2026-05-11 Read more