Suara Zhao Lijun, kepala keluarga Zhao, terdengar dari ponsel."Anakku, sudah selarut ini, kenapa menelepon Ayah dan bukannya beristirahat?"Lu Xiao berkata ringan, "Kepala Keluarga Zhao, kuberi kau setengah jam untuk tiba di Hotel Lanhai. Kau masih sempat melihat putramu. Kalau tidak, kau dan putramu hanya bisa berkumpul kembali di Jalan Kematian.""Kau... kau siapa?""Tuan Zhao, tak bisakah kau mengenali suaraku?""Kau! Kau adalah! Kau Lu... Lu Xiao?"Lu Xiao tersenyum. "Kepala Keluarga Zhao, kau ini benar-benar merepotkan. Buang-buang waktu saja. Lihat, waktumu tinggal dua puluh sembilan menit."Usai berkata demikian, ia memutus sambungan telepon, lalu mengangkat pergelangan tangan untuk melihat arloji yang dijuluki Arloji Kaisar itu."Tuan Muda Zhao, kurang dari setengah jam lagi hidupmu berakhir. Aku ini orang yang sangat penuh perasaan. Kalau kau punya keinginan, katakan saja. Akan kuusahakan sekuat tenaga untuk mewujudkannya bagimu."Suara Lu Xiao begitu tenang, tanpa secuil pu
Read more