Di bawah langit Shujun yang mendung tipis, tiga sosok berdiri di alun-alun luas di kaki Kota Langit. Suara hiruk-pikuk kerumunan terdengar samar, namun di antara mereka, suasana terasa berbeda."Ayah, aku baik-baik saja. Mengapa Ayah membicarakan hal ini? Mengapa Ayah membuatku sedih?"Zhang Liang menatap ayahnya dengan ekspresi tak puas.Wajah Zhang Chong dipenuhi rasa canggung. Ia menghela napas pelan, mencoba meredakan ketegangan."Chan'er, jangan terlalu khawatir. Aku hanya bernostalgia. Saudara Lu adalah orang yang berbakat, dan aku sangat mengaguminya."Lu Chaner menggelengkan kepala. Rambutnya yang tersisir rapi bergoyang lembut tertiup angin sore."Sudahlah, itu semua sudah lewat."Zhang Chong memandangnya, lalu mengalihkan pandangan ke megahnya Kota Langit di hadapan mereka. Sebuah perasaan kagum bercampir haru melintas di hatinya. Ia tak bisa menahan diri untuk tidak berseru,"Kota Langit begitu menjulang tinggi. Jumlah p
Last Updated : 2026-04-30 Read more