Matahari mulai bersinar terang, namun suasana hati Chen Yuan justru semakin dingin. Hari ini adalah hari peringatan kematian kakeknya, dan sesuai tradisi, seluruh anggota keluarga besar Keluarga Chen wajib berkumpul di rumah leluhur yang sangat megah dan luas. Rumah bergaya klasik Tiongkok ini dipenuhi orang-orang yang berpakaian bagus, namun hati mereka busuk. Chen Yuan tahu betul, acara ini bukan untuk berbakti, melainkan ajang pamer kekayaan dan saling menjilat sesama anggota keluarga yang kaya. Chen Yuan datang dengan penampilan yang sangat berbeda. Jas hitam mahal, sepatu kulit mengkilap, dan aura yang kini sangat karismatik. Namun, saat dia melangkah masuk ke halaman utama, sambutan yang dia dapat bukanlah salam hangat, melainkan tawa mengejek dan tatapan jijik. Kedatangan yang Dianggap Aib "Heh, lihat itu! Si sampah datang juga!" suara seorang pemuda bernama Chen Fei, sepupu Chen Yuan yang paling sombong, terdengar keras.
Last Updated : 2026-04-10 Read more