Sepertinya nenek Kenzo sudah menceritakan soal Calvin kepadanya.Namun, apa pun perasaanku pada Calvin, itu sudah bukan urusannya lagi.Aku tertawa sinis."Memangnya hubungan kamu sama Gisel sebersih itu?""Asal kamu tahu, aku dengar semua suara kalian waktu lagi asyik bareng. Hari itu, waktu kamu buang aku ke kamar dalam kondisi telanjang dan dibiarin jadi tontonan laki-laki lain, aku dengar semuanya."Mendengar itu, Kenzo mundur selangkah. Wajahnya tampak panik dan tidak percaya."Jadi, kamu udah tahu semuanya?"Aku menatap matanya, lalu mengangguk.Aku justru bersyukur karena mendengarnya. Kalau tidak, aku akan terus dibodohi seumur hidupku. Aku tidak akan tahu suamiku tega melakukan hal menjijikkan seperti itu diam-diam.Itulah kengerian yang sebenarnya.Melihatku mengangguk, Kenzo bungkam seribu bahasa. Nyalinya seketika ciut."Aku sama dia cuma khilaf aja. Jangan dipikirin banget, ya?"Apa ini alasan klasik semua laki-laki brengsek?Cuma khilaf ... atau memang sepenuh hati mau me
Read more