Short
Lima Tahun Menikah, Suamiku Melelang Malam Pertamaku

Lima Tahun Menikah, Suamiku Melelang Malam Pertamaku

Oleh:  MohiniTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
3.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Lima tahun menikah, tiap kali aku tidak sengaja menyentuh kulit suamiku, dia pasti menghukumku berlutut di dalam air disinfektan sambil menghapal Aturan Keluarga. Sampai suatu hari, aku melihat bekas merah mencurigakan di tulang selangkangnya, bekas cupang. Tanpa sadar, aku mengulurkan tangan buat menyentuhnya. Meski dia marah besar sampai membanting pintu, anehnya kali ini dia tidak menyuruhku menjalani hukuman berlutut. Aku yang terlalu lugu mengira dia perlahan-lahan mulai bisa menerima sentuhanku. Tapi besoknya, malam pertamaku justru dipajang di acara lelang kaum elite ibu kota dan akan resmi dijual dua hari lagi. Teman-teman Kenzo dengan tatapan mesum, mulai menghitung berapa harga yang mau mereka tawarkan, sementara dia tetap tidak acuh dan terus menyemprotkan disinfektan berkali-kali. "Bagian yang udah dicium Gisel pun berani dia sentuh, dia pikir dia itu siapa? Melihatnya aja aku udah jijik."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Gisel baru balik liburan. Demi ciuman ini, Kak Kenzo nunggu sampai menderita banget. Vanya beneran nggak tahu malu sampai berani sentuh pakai tangan. Emang harus dikasih pelajaran."

Kenzo mendengus meremehkan.

"Pelajaran apaan? Lima tahun nggak ada yang sentuh dia. Dia pasti berharap banget ada orang kaya yang beli malam pertamanya. Kalian semua nggak tahu aja kalau dia itu kurang belaian banget."

"Kayak dia nggak akan tahan kalau nggak ada laki-laki!"

Sesaat kemudian, gelak tawa mengejek terdengar sangat keras. Suaranya seolah mau meruntuhkan atap.

"Kak Gisel alergi sama bau di tubuhnya. Begitu nyium bakal merasa mual. Itu yang bikin Kak Kenzo selalu sterilisasi tiap kali abis kontak sama Vanya. Jangan-jangan, Vanya mikir badannya beneran kotor hahaha!"

"Pelelangan ini sekalian kasih dia kesempatan jadi wanita seutuhnya. Nggak perlu lagi jaga moral. Dia pasti senang banget!"

Di tengah suara ejekan yang silih berganti, wajahku tiba-tiba terasa dingin.

Rasanya seperti ada sepasang tangan besar yang meremas jantungku. Sakit sekali sampai pandanganku berkunang-kunang.

Kenzo selalu langsung menjauh setiap kali bersentuhan denganku, bertingkah seolah sedang menyentuh hantu.

Aku sempat mengira tubuhku membawa kuman. Jadi, setiap malam aku mandi dengan air disinfektan.

Lama-kelamaan, setiap inci kulit di tubuhku rusak parah. Bahkan embusan angin pun bisa memicu alergi dan membuat ruam merah bermunculan.

Kenzo sengaja mengubah tempat tidur ganda di kamar utama menjadi dua tempat tidur. Dia takut tertular kuman dari tubuhku.

Setelah berulang kali aku menanyakannya dengan histeris, Kenzo langsung melemparkan selembar surat keterangan medis kepadaku.

"Aku punya penyakit gila kebersihan yang parah. Mulai sekarang jangan berani sentuh sehelai bulu pun di badanku!"

Ternyata semua itu hanya karena Gisel. Hanya karena kata-kata ringan seperti mual dan alergi. Benar-benar alasan yang tidak masuk akal.

Keluarga kami sudah berteman turun-temurun. Sejak kecil kami pun sudah dijodohkan.

Setelah dewasa, pertunangan ini perlahan mulai terlupakan. Kedua keluarga merasa kami harus bebas memilih pasangan.

Namun, nenek Kenzo bertahun-tahun ini sakit-sakitan. Dia punya pemikiran kuno dan menuntut kami untuk menikah sesuai perjanjian.

Dia tahu betul hati Kenzo hanya untuk Gisel. Aku saat itu juga sudah punya pacar. Tapi, dia tetap bersikeras sampai kami tidak punya pilihan lain.

Di tengah keraguanku, nenek Kenzo memberikan jalan keluar.

"Nenek tulus berharap kalian berdua bisa bertahan sampai akhir. Tapi, kalau Kenzo benar-benar mengecewakanmu, Nenek sendiri yang akan bawa surat cerai yang sudah dia tanda tangani. Nenek akan membebaskanmu."

Ternyata saat malam pertama, dia langsung mengunci pintu. Dia membiarkanku di luar.

Aku mengira dia hanya butuh waktu untuk menerimaku. Jadi, aku sangat bersabar dan memaklumi penyakit gila kebersihannya.

Namun, penantian ini ternyata memakan waktu lima tahun.

Selama lima tahun aku merendahkan diri sedalam mungkin. Tapi, kenyataan yang kudapat justru seperti ini.

Aku pun menghubungi nomor ponsel nenek Kenzo, lalu berbicara dengan nada mati rasa, "Dua hari lagi ada acara lelang di pusat kota. Itu akan jadi bukti kuat kalau Kenzo udah mengkhianatiku. Tolong lepasin aku, Nek."

...

Aku pulang sangat larut malam itu. Tidak seperti biasanya, Kenzo tidak menatapku dengan dingin. Dia malah terlihat sedikit bergairah.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Rna 1122
Rna 1122
cerita kurang menarik
2026-07-09 04:11:06
0
0
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status