MasukLima tahun menikah, tiap kali aku tidak sengaja menyentuh kulit suamiku, dia pasti menghukumku berlutut di dalam air disinfektan sambil menghapal Aturan Keluarga. Sampai suatu hari, aku melihat bekas merah mencurigakan di tulang selangkangnya, bekas cupang. Tanpa sadar, aku mengulurkan tangan buat menyentuhnya. Meski dia marah besar sampai membanting pintu, anehnya kali ini dia tidak menyuruhku menjalani hukuman berlutut. Aku yang terlalu lugu mengira dia perlahan-lahan mulai bisa menerima sentuhanku. Tapi besoknya, malam pertamaku justru dipajang di acara lelang kaum elite ibu kota dan akan resmi dijual dua hari lagi. Teman-teman Kenzo dengan tatapan mesum, mulai menghitung berapa harga yang mau mereka tawarkan, sementara dia tetap tidak acuh dan terus menyemprotkan disinfektan berkali-kali. "Bagian yang udah dicium Gisel pun berani dia sentuh, dia pikir dia itu siapa? Melihatnya aja aku udah jijik."
Lihat lebih banyakTapi tiba-tiba, Kenzo yang harusnya sedang ada di acara pernikahannya sendiri justru muncul di depan kami.Kenzo tampak kaget melihat kami berdua. Dia langsung menghampiri dan menginterogasi."Jadi, dia mantan pacar kamu itu?"Aku menarik lengan Calvin dan menatap Kenzo dengan sinis."Bukan urusan kamu."Kenzo justru menghadang jalan kami dengan ekspresi tidak percaya."Kok bukan urusanku? Kamu beneran tinggal bareng dia?"Melihat sikapnya yang kasar, Calvin langsung pasang badan di depanku."Ini urusan aku sama Vanya. Tolong hargai pilihan dia."Tanpa aba-aba, Kenzo melayangkan tinju ke wajah Calvin sampai dia tersungkur ke tanah."Kamu apa-apaan sih!"Aku buru-buru menghampiri Calvin. "Kamu nggak apa-apa?"Calvin menggeleng sambil mencoba berdiri lagi.Melihat itu, mata Kenzo memerah karena marah."Kamu cuma peduli sama dia? Kamu lupa kalau aku ini suami kamu!"Setahuku, mana ada suami yang tega menjual istrinya sendiri?Dari awal, dia sudah tidak pantas disebut suami.Aku memapah Ca
Sepertinya nenek Kenzo sudah menceritakan soal Calvin kepadanya.Namun, apa pun perasaanku pada Calvin, itu sudah bukan urusannya lagi.Aku tertawa sinis."Memangnya hubungan kamu sama Gisel sebersih itu?""Asal kamu tahu, aku dengar semua suara kalian waktu lagi asyik bareng. Hari itu, waktu kamu buang aku ke kamar dalam kondisi telanjang dan dibiarin jadi tontonan laki-laki lain, aku dengar semuanya."Mendengar itu, Kenzo mundur selangkah. Wajahnya tampak panik dan tidak percaya."Jadi, kamu udah tahu semuanya?"Aku menatap matanya, lalu mengangguk.Aku justru bersyukur karena mendengarnya. Kalau tidak, aku akan terus dibodohi seumur hidupku. Aku tidak akan tahu suamiku tega melakukan hal menjijikkan seperti itu diam-diam.Itulah kengerian yang sebenarnya.Melihatku mengangguk, Kenzo bungkam seribu bahasa. Nyalinya seketika ciut."Aku sama dia cuma khilaf aja. Jangan dipikirin banget, ya?"Apa ini alasan klasik semua laki-laki brengsek?Cuma khilaf ... atau memang sepenuh hati mau me
Aku naik ke pesawat dengan kondisi linglung. Begitu membuka mata lagi, aku sudah berbaring di sebuah apartemen."Vanya, akhirnya kamu bangun juga."Perlahan, wajah Calvin yang tidak asing itu mulai terlihat jelas di mataku.Hanya dalam sedetik, aku meruntuhkan seluruh pertahananku. Aku pun memeluknya dan mulai menangis sejadi-jadinya.Kenzo dan teman-temannya menelanjangiku. Mereka memasukkanku ke dalam kotak kristal yang menghinakan. Itu menyiksa fisik dan mentalku sekaligus.Aku beneran tidak mau kembali lagi."Jangan takut, ada aku di sini ...."Calvin mendekapku erat. Ini adalah kehangatan yang tidak pernah kurasakan selama lima tahun terakhir ini.Kenzo selalu bilang, aku punya niat buruk padanya. Padahal, terkadang aku cuma butuh pelukan yang menenangkan seperti ini.Tapi syukurlah, semuanya sudah berlalu.Hidup yang menyesakkan itu tidak akan terulang lagi.Sambil bersandar di kepala tempat tidur, aku bercerita banyak hal kepada Calvin.Termasuk alasanku terpaksa memutuskan hubu
Tak disangka, sebuah tamparan keras mendarat dan meledak di pipi mulus Gisel.Gisel memegang wajahnya, menatap Kenzo dengan tatapan tidak percaya."Kamu kenapa sih? Dulu kamu selalu nggak sabar mau sama aku. Apa cuma karena jalang itu pergi, kamu jadi berani tampar aku?"Kenzo sedikit pun tidak merasa iba melihat wajah menyedihkan wanita itu. Dia justru memberikan tatapan peringatan yang tajam."Mulai sekarang, jangan panggil dia jalang. Biar bagaimanapun, dia tetap istriku!"Sorot mata Gisel menyiratkan kekesalan melihat perubagan sikap Kenzo. Dia pun mendengus sinis."Nenek 'kan udah bilang kalau kalian udah cerai! Dia bukan istrimu lagi. Mungkin sekarang dia udah hidup bahagia sama laki-laki lain!"Detik berikutnya, satu tamparan lagi mendarat. Sudut bibir Gisel sampai berdarah dan rambutnya berantakan."Aku belum setuju cerai, jadi itu nggak sah!"Laki-laki itu langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Vanya."Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi ...."Kenz
Aku melangkah mundur perlahan. Tatapanku tertuju padanya dengan sangat serius."Pertanyaan itu harusnya aku yang tanya ke kamu. Kamu sebenarnya mau apa? Ken ...."Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, aku merasakan sebuah jarum tajam menusuk pinggang belakangku.Sssh ....Sepertinya obat itu mul
Kenzo merasa bersalah dan segera menyimpan ponselnya. Dia langsung mengalihkan pembicaraan."Cuma nyuruh nunggu sebentar aja masa wajahnya ditekuk gitu. Nanti kalau aku udah bisa membiasakan diri, pasti ada kesempatan kok."Hatiku sesak melihat ekspresi pria itu yang asal-asalan dan penuh penghinaan
Tapi, bekas lipstik di cangkir teh yang bukan milikku tetap menusuk mata. Begitu juga dengan pakaian dalam yang berserakan di sela-sela sofa."Kamu bukannya selalu pengen sentuh aku? Udah lima tahun. Aku nggak percaya kamu nggak pengen sama sekali."Aku menoleh dengan terkejut menatap matanya. Aku m
"Gisel baru balik liburan. Demi ciuman ini, Kak Kenzo nunggu sampai menderita banget. Vanya beneran nggak tahu malu sampai berani sentuh pakai tangan. Emang harus dikasih pelajaran."Kenzo mendengus meremehkan."Pelajaran apaan? Lima tahun nggak ada yang sentuh dia. Dia pasti berharap banget ada ora












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan