Xiao Fan masih menatap makhluk mungil di depannya dengan ekspresi campuran antara tidak percaya dan kelelahan. Darah di bahunya sudah mulai mengering, dan Xuan'er sudah sibuk mengoleskan ramuan herbal ke lukanya. Tapi pikirannya tidak bisa lepas dari apa yang baru saja terjadi. Qilin Petir—makhluk surgawi yang hampir membunuhnya kini duduk di hadapannya seperti kucing rumahan yang baru saja dimarahi."Jadi," kata Xiao Fan akhirnya, "Apa kau memiliki nama?"Qilin itu mendongak. "Tentu saja aku memiliki nama! Aku bukan binatang tanpa identitas. Namaku Lei. Tapi di Alam Surgawi, mereka memanggilku Lei sang Qilin Petir, Penguasa Langit Selatan, Penakluk Badai, Sang Kilat yang Hidup, dan—""Lei saja cukup," potong Xiao Fan.Lei menutup mulutnya. Telinganya yang berbulu biru bergerak-gerak. "Baiklah. Lei saja. Tidak perlu gelar-gelar. Aku bisa menyesuaikan diri. Bagaimanapun, aku adalah makhluk yang rendah hati."Xuan'er yang sudah selesai membalut bahu Xiao Fan menoleh ke a
Read more