Moana, yang tampak anggun mengenakan kebaya modern berwarna salem dengan rambut yang disanggul modern sederhana, berdiri di samping ibunya. Ia membagikan senyum terbaiknya kepada setiap tamu yang datang, menyodorkan buku tamu, dan memberikan suvenir dengan ramah. Tugas itu awalnya terasa menyenangkan, hingga rombongan ibu-ibu dari lingkungan sekitar dan beberapa kerabat jauh mulai berdatangan dalam gelombang yang lebih besar.Saat itulah, bisik-bisik yang tidak nyaman mulai merayap ke telinganya."Lho, ini Moana, kan? Anaknya Pak Dosen? Pangling ya, tambah cantik setelah kerja di kota," puji seorang wanita paruh baya berkalung emas tebal. Namun, kalimat itu tidak berhenti di sana. "Tapi, Sinta yang lebih muda saja sudah sah hari ini. Moana kapan menyusul? Dia kan sudah waktunya nikah juga, usianya sudah lebih dari cukup untuk seorang gadis menikah. Jangan terlalu asyik mengejar karier di kota besar, nanti malah kelewatan."Senyum di wajah Moana seketika membeku. Kalimat serupa, de
Last Updated : 2026-06-06 Read more