Keheningan menyelimuti ruangan, ucapan Nathan membuat Luna tersentak. "Ba-bayi susu katamu. A-a-aku ti...""Sudah, ini demi keselamatanmu. Sekarang, izinkan aku membuka bajumu..." Nathan langsung ambil tindakan cepat.Luna menahan pergelangan tangan Nathan sambil menggeleng, "Nat-Nathan, i-ini terlalu ta....""Kamu masih percaya padaku sebagai dokter, kan?" Nathan mengelus rambut Luna, kemudian menurunkan tubuhnya di tepi ranjang.Perlahan, kancing itu dibuka, satu per satu, hingga akhirnya Luna panik dan menutup bagian dadanya."Luna, mengertilah, ini demi nyawamu..." Nathan berujar pelan, terlihat sekali wajahnya begitu khawatir dengan kondisi Luna sekarang. "Rileks ya, biar tidak terlalu sakit."Saat bibir Nathan mulai menyentuh ujung dadanya, detik itu juga tubuh Luna memegang. Wanita itu menutup matanya rapat-rapat sambil mencengkram seprei Nathan menarik napas pelan, lalu mengangkat pandangannya untuk menatap wajah Luna. Ada rona merah di pipinya yang pucat, jelas Luna tidak te
Dernière mise à jour : 2026-04-16 Read More