“HENTIKAN, LIAN’ER!! HENTIKAN KEGILAANMU INI!!”Suara keras itu menggema di ruang kerja megah seorang pejabat tinggi ibukota. Tirai sutra berwarna gading bergoyang perlahan tertiup angin musim semi yang menyusup dari celah jendela. Aroma dupa cendana memenuhi udara, namun suasana terasa membeku.Di tengah ruangan, Zhao Lian berdiri kaku.Wanita dua puluh tahun itu menatap pria di hadapannya—Lu Zhenyu, suaminya selama dua tahun. Jantungnya berdegup kencang, sulit percaya pada apa yang ia dengar.Dulu, pria itu begitu lembut. Tatapannya hangat, suaranya tenang. Tak pernah sekalipun ia membentaknya.Namun hari ini… semuanya berbeda.“Apa maksud Tuan?” suara Zhao Lian bergetar. “Mengapa Tuan menganggap aku gila?”Tangannya mencengkeram ujung lengan baju, mencoba menahan gemetar.Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia.Beberapa minggu terakhir tubuhnya lemah, mual, dan haidnya terlambat. Dan pagi tadi, tabib istana memastikan semuanya. Ia mengandung buah cinta mereka.“Aku… hamil,
Last Updated : 2026-04-20 Read more