Lantai ruang persalinan itu terasa dingin, kontras dengan hawa panas yang membakar tubuh Elena. Setiap kontraksi datang seperti hantaman ombak yang menghancurkan pertahanannya; ia melengking, mencengkeram lengan Liandra hingga kukunya menancap dalam ke kulit pria itu.Kondisi Liandra nampak lebih mengenaskan di bandingkan ibu hamil itu sendiri. Penampilannya sudah acak-acakan, rambut mencuat di hampir tiap sisinya. Bekas cakaran di mana-mana.Tubuhnya kaku tanpa bisa berbuat apapun selain sesekali membentak bidan, perawat dan dokter yang siaga di dekat jalan lahir Elena.Semakin menegangkan kondisi itu kala teriakan Elena semakin memekik memilukan."Pembukaannya sudah lengkap nona, tarik nafas nona lalu hembuskan perlahan. Mengejan saat rasa mulas itu datang." Instruksi seorang bidan yang akan membantu persalinan Elena."Huhh... Huhh.... Ma-mau mengejan Nurse," teriak Elena putus-putus."1...2... Dorong nona,""Eumm Aaaa,""Tarik nafas lagi nona, lakukan hal sama saat mulas kembali dat
Last Updated : 2026-05-11 Read more