Bab 32: Ayah Vs Anak Matahari baru saja merangkak naik, menyinari pilar-pilar marmer Kediaman Gold Glave dengan cahaya emas yang dingin. Namun, di depan gerbang utama, atmosfer terasa begitu menyesakkan seolah-olah seluruh oksigen di area itu telah tersedot habis. Alaric van Gold Glave berdiri dengan kaki kokoh yang terhujam ke bumi, tangannya menggenggam gagang pedang pusaka keluarga yang memancarkan aura Mana perak yang tajam. Di depannya, Kael Gold Glave berdiri gemetar. Bukan gemetar karena takut akan maut, melainkan karena sebuah visualisasi mengerikan yang terus berputar-putar di dalam kepalanya seperti kaset rusak. Dalam benak Kael, ia melihat ayahnya—sang Panglima Perang yang ditakuti musuh—melompat menyerang Raka dengan pedang terhunus. Lalu, dalam hitungan detik, Raka hanya menjentikkan jari sambil tersenyum tenang. POOF! Asap bedak bayi lavender menyelimuti ayahnya, dan saat asap itu menipis, Alaric yang gagah perkasa tiba-tiba berdiri dengan wajah melon
Terakhir Diperbarui : 2026-05-02 Baca selengkapnya