Mataku mengerjap saat udara dingin berembus. Pelan, aku membuka mata. Hati ini bersorak, akhirnya dunia kulihat kembali. Sinar matahari menyelusup disela tirai cendela yang dimainkan angin.Aku mengedarkan pandangan. Terasa asing.Ruangan bercat putih tidak begitu luas, dengan satu ranjang kecil dan satu set meja belajar. Tidak ada orang lain, hanya sisa botol infus yang menggantung kosong di sebelahku.Selimut tipis garis-garis biru kusibak. Hati-hati aku beringsut berusaha untuk duduk. Dimana aku? Dan kenapa aku sampai di sini?“Syukurlah sudah sadar.”Aku menoleh ke arah suara. Di depan pintu seorang gadis muda tersenyum. Kalau menilik stetoskop yang tergantung di lehernya, kemungkinan dia seorang dokter.“Saya periksa dulu, ya.”“Maaf, kenapa saya di sini?” tanyaku sambil mengulurkan lengan. Tangannya terhenti, sesaat dia menatapku, kemudian dia tersenyum dan melanjutkan pemeriksaan.“Semua normal, Bu….?”“Sari. Nama saya Sari.”“Good.”“Alamat tempat tinggal?”Dahiku berkerut. “Hm
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-30 Mehr lesen