Malam semakin larut, namun gemuruh di dada Icha tak kunjung reda. Setelah mengganti pakaiannya yang basah kuyup dengan piyama usang, ia meringkuk di atas ranjang kecilnya di paviliun. Tubuhnya menggigil, bukan lagi karena dinginnya air hujan, melainkan karena demam yang mulai menyerang akibat syok dan kelelahan fisik yang luar biasa.Ia baru saja memejamkan mata, mencoba mencari pelarian sejenak ke alam mimpi di mana Om Alif mungkin masih tersenyum padanya, ketika sebuah dentuman keras menghancurkan keheningan.BRAKK!Pintu kayu kamarnya terbuka paksa, menabrak dinding hingga menimbulkan bunyi yang memekakkan telinga. Icha terjingkat, jantungnya serasa melompat ke tenggorokan. Di ambang pintu, siluet tubuh tinggi besar berdiri tegak. Cahaya dari lorong menyinari punggung pria itu, membuat wajahnya tampak gelap dan menyeramkan.Itu Noah. Matanya yang tajam seperti elang berkilat penuh amarah, memburu sosok Icha yang gemetar di sudut tempat tidur.Tanpa sepatah kata pun, Noah melangkah
Last Updated : 2026-04-22 Read more