"Pak Gilang, Pak Gilang, jangan dengarkan omong kosong tukang judi ini, saya..." Mulut Yandi terasa mengering dan ia tiba-tiba kesulitan merangkai kata-katanya."Jawab saja, iya atau tidak!" bentak Gilang keras."I-iya, Pak!" Yandi mengertakkan giginya.Begitu ia menjawab, tanpa peringatan sedikit pun, Gilang langsung menendangnya hingga tersungkur. Ia dengan marah menegur manajernya itu."Anda berani memukul perempuan di kantor saya? Anda benar-benar laki-laki atau bukan?! Anda tidak memikirkan reputasi PT Jaringan Nusantara, hah?! Anda boleh tidak punya urat malu, tetapi jangan pernah mencoreng nama baik PT Jaringan Nusantara!"Setelah ditendang, Yandi tak berani membela diri, "Pak Gilang, saya minta maaf, saya salah!""Urusan kita belum selesai!" Gilang menunjuknya dengan geram.Lalu ia menoleh ke arah Abimanyu dan berkata dengan nada yang melembut, "Mas Bim, saya benar-benar minta maaf. Ini murni kelalaian manajemen saya. Tolong jangan dimasukkan ke hati."Setelah mengatakan itu,
続きを読む