LOGINMencapai puncak kejayaan, Abimanyu akhirnya meninggal di usia 89 tahun tanpa Istri dan anaknya. Itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Namun, setelah meninggal, Abimanyu justru kembali ke masa lalu, ketika dia masih berusia 28 tahun dan ketika istri dan anaknya masih hidup. Di kehidupan ini, berbekal dari ingatan masa depan, Abimanyu menciptakan kerajaan bisnisnya dan meraih puncak kekuasaan bersama istri dan anaknya.
View MoreAbimanyu menempelkan dahinya ke dahi gadis kecil itu dan menjawab dengan nada penuh kepuasan.Wah, tiga juta Rupiah? Ayah hebat banget!Lala mungkin belum sepenuhnya paham sebesar apa nilai tiga juta Rupiah di dunia nyata. Namun, karena sejak bayi ia sering mendengar orang tuanya ribut masalah uang, kata 'juta' jelas terdengar seperti nominal yang sangat fantastis baginya!Namun, mereka berdua tak menyadari bahwa Nisa yang berdiri tak jauh dari sana sudah muak hingga ubun-ubun!"Bim, kamu belum puas pakai trik murahan kamu itu buat nipu saya, hah? Sekarang kamu mau pakai trik itu buat nipu Lala juga?! kamu mau anak kamu gede jadi pembohong nggak tau malu kaya kamu, iya?!"Setelah melontarkan teguran dingin itu, Nisa langsung memanggil putrinya."Lala, turun! Ayo balik ke kamar, tidur bareng Ibu!"Dalam pandangan Nisa, berjualan bunga adalah sesuatu yang tidak akan pernah dilakukan oleh Abimanyu, sebuah pekerjaan yang pasti dianggapnya sangat 'memakamukan'. Terlebih lagi klaim bahwa ha
Lala mengangkat wajah mungilnya dan menatap Nisa dengan bingung.Seandainya bukan karena perabotan usang yang sudah sangat familiar di mata mereka, Nisa pun pasti akan mengira ia telah memasuki kontrakan orang lain."Kita nggak salah rumah kok, Sayang. Sudah larut malam, ayo Ibu anter ke kamar buat tidur, ya!"Sambil berbicara, Nisa menuntun Lala masuk lebih dalam ke ruangan tersebut.Tentu saja, mereka tidak akan masuk ke kamar tempat Abimanyu tidur.Di kontrakan petak yang sempit namun memiliki dua kamar ini, ia dan Abimanyu sudah lama pisah ranjang. Bahkan sejak dukamu, Nisa harus selakamu mengunci rapat-rapat pintu kamarnya setiap malam sebelum tidur. Abimanyu yang kerap pulang dalam keadaan mabuk larut malam adalah sosok yang sangat menakutkan,bahkan saking takutnya, Nisa sering merasa ingin menyeret pria itu kekamuar dan membuangnya!Namun, sebekamum Nisa sempat melangkah ke kamarnya...Pintu utama kontrakan itu tiba-tiba didorong terbuka.Abimanyu masuk."Ayah!"Melihat sosok A
"Mbak, udah, nggak usah didengerin omongan Bapak sama Ibu! Mbak Nisa tetep tinggal aja di sini sama Lala!" Dimas bergegas menggendong Lala menyusul ke kamar sempit itu, berusaha mencegah kakaknya. Nisa tak mengucapkan sepatah kata pun. Tanpa berpikir panjang, tangannya sibuk mengemasi beberapa helai pakaian ke dalam tas. "Mbak Nisa dengerin saya dong! Kalau Mbak pergi dari sini, Mbak mau tinggal di mana?! Balik ke kontrakan itu?! Balik buat terus diintimidasi dan dipukulin lagi sama binatang buas itu?!" Dimas menurunkan Lala dan langsung merentangkan tangannya, menghalangi langkah Nisa. "Dimas... Mbak tau kamu peduli banget sama Mbak, makasih ya. Tapi omongan Ibu sama Bapak itu ada benernya. saya sama Lala cuma jadi benakamu di sini, cuma bikin repot keluarga! kamu tenang aja, saya sama Lala punya tempat tujuan kok. Kita nggak bakal jadi gelandangan!" kata Nisa sambil memaksakan senyum tegar. Selesai mengucapkan itu, Nisa mendorong tubuh adiknya pelan agar menyingkir. Satu tan
"Dasar bocah nggak tahu diuntung, sana kamu pergi! kamu pada makan dari uang saya, minum air saya, numpang di rumah saya, berani-beraninya kamu ngatain saya jahat?!" teriak Bu Linda penuh amarah. "Bu, kok Ibu ngomongnya gitu sih?! Lala kan baru umur empat tahun, Bu. Pantes apa Ibu bentak-bentak anak kecil kaya gitu?" Dimas, adik laki-laki Nisa yang tak tahan lagi melihat adegan itu, segera menggendong Lala yang menangis dan memprotes ucapan ibunya. "Apa kamu bilang?! kamu mau belain janda sama anaknya ini?! Kalau bukan gara-gara si bego ini buta cinta sama cowok kere itu, emang dia bakal jadi gembel kaya gini, hah?! Semua cowok mapan yang ngejar-ngejar dia dulu tuh seratus, seribu kali lipat lebih bagus dari si benalu itu! Tapi dia malah ngebantah omongan saya sama bapak kamu demi cowok nggak guna itu! Sekarang kamu liat sendiri kan nasibnya?! Ini semua kan salah dia sendiri!" "Coba aja kalau dulu dia milih salah satu dari cowok kaya itu, apa dia bakal menderita kaya sekarang?!












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.