Saat pintu tertutup, Alex memelukku dari belakang, dia mendekapku erat."Maria, dengarkan aku." Suaranya sedikit bergetar, tepat di telingaku. "Aku dan Bella itu tidak akan mungkin kembali bersama. Kau tahu itu, kan?"Aku tidak bergerak.Pelukannya dulu terasa seperti tempat berlindung yang aman. Sekarang, hanya terasa seperti sangkar yang mencekikku."Semuanya sudah berakhir sejak dia pergi tiga tahun lalu." Alex memohon. "Yang kuinginkan sekarang hanya hidup bersamamu … dengan anak kita."Aku melepaskan diri dari pelukannya dan berjalan menuju meja rias.Deretan vitamin prenatal berjajar rapih di meja rias, ada asam folat, kalsium, dan zat besi. Semua yang dibutuhkan seorang calon ibu. Selama tiga bulan, Alex selalu memastikan aku meminumnya, setiap hari.Sekarang vitamin-vitamin itu hanya tergeletak di sana, seakan mengejekku.Aku berjalan melewatinya, menuju tempat tidur."Maria?" Alex terdengar bingung. "Kau belum minum vitaminmu."Aku mengabaikannya, berbaring, dan menarik selimu
Read More