Dingin. Itulah hal pertama yang merasuki kesadaran Liora. Rasa dingin yang bukan sekadar menusuk kulit, melainkan seolah ingin membekukan sumsum tulangnya. Saat ia mencoba membuka mata, kelopak matanya terasa berat, seakan direkatkan oleh salju yang mencair dan darah yang mengering. Pandangannya kabur, hanya menangkap hamparan warna putih perak di bawahnya. Salju. Ia berlutut di atas salju. "Bangun, pengkhianat! Jangan pura-pura mati sekarang!" sebuah tendangan mendarat di bahu kirinya. Liora terjerembap ke samping. Wajahnya mencium permukaan salju yang kasar dan perih. Otaknya berdenyut kencang, memutar ingatan yang terasa asing tapi nyata. Nama-nama, tempat, dan sejarah ribuan tahun mengalir masuk ke kepalanya dalam hitungan detik. Sekte Awan Langit. Liora, sang tunangan pahlawan yang tidak berguna. Dan hukuman mati karena pengkhianatan yang bahkan tidak ia pahami. "Heh, lihat dia. Di mana aura angkuh yang biasanya dia pakai saat menghina murid-murid luar?" suara cemoohan t
Last Updated : 2026-04-29 Read more