“Arghh! Kenapa harus kamu kecilin AC-nya, Mas?”“Saya ngga kecilin, Selina, bahkan ini udah naik,” jawab Elvano dengan nada rendah. Pria itu sedang mati-matian menahan gejolak yang ada di dalam dirinya.Napas pria itu sedikit memburu, membuat Selina menoleh. Selina bangkit dari posisi rebahannya, dia jadi duduk di samping Elvano yang sedang menundukkan kepala. Tangan Selina terulur, menyentuh pundak Elvano. Sentuhan lembut tangan Selina semakin membuat Elvano hilang akal. Pria itu menoleh, menatap istrinya.“Panas, Mas.”Elvano semakin dibuat kelimpungan saat Selina mencoba melepas kimononya. Sebisa mungkin Elvano menahan. Karena kalau tidak ditahan, situasinya akan berbeda. “Jangan, Sel, jangan bodoh kamu. Saya ngga mau ambil kesempatan dalam situasi seperti ini.”Kedua mata Selina menyipit, dia menatap wajah Elvano dengan lekat. Tangannya terulur, menyentuh pipi. “Wajah kamu … kenapa merah banget? Apa kamu sakit, Mas?”Dihempasnya tangan Selina dari pipinya, lalu Elvano kembali mena
اقرأ المزيد