“Udah besar ya sekarang kamu, Sel. Udah nikah, udah punya suami. Semoga setelah ini hidup kamu jauh lebih bahagia. Siapa sangka, Selina yang dulu datang ke sini pakai baju SMA udah beranjak dewasa.”Mendengar itu, Selina menahan haru. Memang, ibu kostnya menjadi saksi pertumbuhan Selina sejak masa SMA. Dari yang tidak punya uang untuk makan, buat bayaran, alhasil semua dibantu oleh ibu kostnya yang super ramah. Selina maju, dia memeluk Asri dengan erat.“Ibu, makasih banyak ya selama ini udah mau terima aku di sini. Makasih udah mau jaga dan anggap aku kayak anak sendiri, udah mau bantu di saat aku lagi kesusahan sejak dulu. Dibanding orang tua aku, ibu jauh lebih perhatian dan sayang. Maaf kalau selama ini aku merepotkan, sekarang aku pamit ikut mas El ya, Bu?”Asri tersenyum, dia menganggukan kepalanya. Walaupun masih banyak yang ingin Asri tanyakan perihal kenapa bukan Raka yang menjadi suami Selina, tetapi rasanya ini bukan momen yang pas untuk bertanya. Pelukan keduanya terlepas,
อ่านเพิ่มเติม