“Cepat puaskan aku….”Larut malam, aku berlutut di atas ranjang membelakangi seorang pria, menunggingkan pantatku setinggi mungkin. Namun, dia hanya memegangi pinggulku, sengaja tidak mau segera masuk.“Panggil aku ayah.”“Ayah, kumohon.”“Mohon apa?”Kata-katanya membuatku merasa seperti anjing betina yang sedang dilatih, hanya jika menuruti kemauan majikanlah, aku akan mendapatkan hadiah. Di lubuk hatiku, berbagai emosi bergejolak hebat.Malu, bergairah, takut, sekaligus haus… semua perasaan itu bercampur aduk. Aku menjawab, “Ayah… kumohon puaskan aku dengan keras….”Namaku Felicia, seorang mahasiswi yang baru saja lulus, sedang menyewa apartemen dua kamar bersama sahabatku.Malam itu, saat baru kembali ke kontrakan, aku melihat sahabatku, Sella berbaring di sofa dengan wajah merona dan pakaian berantakan, bahkan rok pendeknya masih tersangkut di pinggang.Di sudut sofa, benda warna merah mawar tampak sangat mencolok. Itu celana dalam thong milik sahabatku.Sementara itu, pacarnya,
Read more