Share

Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku
Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku
Author: Nando

Bab 1

Author: Nando
“Cepat puaskan aku….”

Larut malam, aku berlutut di atas ranjang membelakangi seorang pria, menunggingkan pantatku setinggi mungkin.

Namun, dia hanya memegangi pinggulku, sengaja tidak mau segera masuk.

“Panggil aku ayah.”

“Ayah, kumohon.”

“Mohon apa?”

Kata-katanya membuatku merasa seperti anjing betina yang sedang dilatih, hanya jika menuruti kemauan majikanlah, aku akan mendapatkan hadiah. Di lubuk hatiku, berbagai emosi bergejolak hebat.

Malu, bergairah, takut, sekaligus haus… semua perasaan itu bercampur aduk. Aku menjawab, “Ayah… kumohon puaskan aku dengan keras….”

Namaku Felicia, seorang mahasiswi yang baru saja lulus, sedang menyewa apartemen dua kamar bersama sahabatku.

Malam itu, saat baru kembali ke kontrakan, aku melihat sahabatku, Sella berbaring di sofa dengan wajah merona dan pakaian berantakan, bahkan rok pendeknya masih tersangkut di pinggang.

Di sudut sofa, benda warna merah mawar tampak sangat mencolok. Itu celana dalam thong milik sahabatku.

Sementara itu, pacarnya, si Leo tampak terburu-buru menarik celana pendeknya ke atas.

Jelas sekali, detik sebelumnya mereka sedang bercinta dan terpaksa berhenti karena mendengar suara pintu terbuka.

Aku tahu, diriku akan sulit tidur lagi malam ini.

Leo adalah seorang pelatih di gym. Tubuhnya tinggi dan atletis. Sejujurnya, aku cukup kagum padanya.

Namun, setiap kali menginap, dia selalu memuaskan sahabatku sepanjang malam. Suara desahan sahabatku sangat nyaring, membuatku tak bisa tidur sama sekali dan sering kali berakhir dengan masturbasi.

Melihat tonjolan besar di balik celana pendek Leo, telingaku terasa panas. Sambil berpura-pura tenang berjalan menuju kamar, aku berkata, “Lanjutkan saja, anggap saja aku nggak ada.”

Melalui pantulan kaca balkon, aku bisa merasakan Leo mencuri pandang ke arah pantatku. Aku sudah terbiasa diawasi diam-diam seperti itu. Siapa suruh aku punya dada besar, pinggang ramping, kaki jenjang dan pantat yang montok? Cantik dan punya tubuh bagus, tentu akan dilirik oleh pria.

Karena kamar mandi digunakan bersama, setelah mereka kembali ke kamar, barulah aku bersiap untuk mandi.

Setelah mengunci pintu kamar mandi dan melepaskan pakaian, saat hendak memasukkan celana dalam ke keranjang cucian, aku menyadari ada sesuatu yang aneh.

Tadi pagi sebelum berangkat, aku mengganti celana dalam. Meski belum sempat dicuci, biasanya aku selalu melipatnya rapi sebelum ditaruh di keranjang.

Namun sekarang, celana dalamku tampak tergulung berantakan.

Dengan curiga, aku mengangkat thong renda putih itu. Baru saja hendak membukanya, aroma maskulin pria yang sangat kuat langsung menusuk hidungku.

Ini… jangan-jangan ini… air mani Leo?

Berfantasi tentangku biasanya saja sudah keterlaluan, tapi sekarang dia malah berani melakukan hal kotor dengan celana dalam bekas pakaiku.

Dan setelah dipakai, tidak dicuci pula!

Aku marah, sekaligus terangsang.

Mengingat belum lama ini, celana dalam yang membungkus area paling pribadiku itu dimainkan sesuka hati oleh Leo, entah iblis apa yang merasukiku. Aku mendekatkan wajah dan menghirupnya.

Aroma itu membuat kepalaku yang sudah kacau menjadi benar-benar kosong.

Entah berapa lama berlalu, saat tersadar apa yang baru saja kulakukan, aku langsung terkejut sendiri.

Dengan terburu-buru, aku melemparkan celana dalam itu kembali ke keranjang. Wajahku terasa terbakar dan berlari masuk ke bawah pancuran air seolah sedang melarikan diri.

Guyuran air hangat membasuh tubuhku. Aku menggosok kulit sekuat tenaga, berusaha mengosongkan pikiran. Seolah-olah hanya dengan cara inilah, aku bisa menekan gairah yang ada di lubuk hatiku.

Namun, jari-jariku tak sengaja tergelincir menyentuh buah dada.

Putingku mengeras, membuatku merasa malu pada diri sendiri.

“Hm….”

Aku mendesah pelan, area di antara kedua kakiku terasa tersengat listrik.

Di sana… sudah basah sejak tadi.

Aku memejamkan mata, menekannya perlahan. Saat satu jari masuk, tubuhku gemetar hebat dan kakiku terasa lemas hingga hampir tak sanggup berdiri.

“Hanya sekali… sekali saja….”

Aku terengah-engah, ujung jariku semakin terjulur ke dalam. Daging lembut di dadaku naik turun di telapak tangan, putingku terasa berdenyut saat dipijat jari. Rasa geli yang nikmat meluap dari dalam tubuh, menjalar ke seluruh tubuh.

Setelah selesai dan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas, aku menyadari pintu kamar agak terbuka, cahaya kuning keluar dari celah pintu.

Di ruang tamu yang gelap, terdengar suara desahan manja sahabatku.

Jantungku yang baru saja tenang kembali berdegup kencang. Sambil menahan napas, aku melangkah perlahan menuju pintu kamar itu.

Aku mengintip melalui celah pintu.

Di atas ranjang, Sella terkapar lemas. Wajah cantiknya terlihat sayu dengan mata yang setengah memutar ke atas, bibirnya gemetar tak terkendali, “Felicia… masih belum tidur, kamu… sengaja mau… didengar dia?”

Otot perut Leo terlihat sangat jelas, seluruh tubuhnya memancarkan aura kekuatan yang meledak-ledak. Sambil terengah, dia menjawab, “Bukannya… kamu sendiri yang kegatalan?”

“Bo… bohong! Jangan kira aku nggak tahu, kamu… kamu mau menidurinya, ‘kan….”

Leo memperlambat gerakannya, “Pinggang rampingnya… goyangan pantat montoknya… pria mana yang nggak mau?”

Mendengar itu, wajahku memerah. Aku tak pernah membayangkan, saat sedang berhubungan dengan sahabatku, ternyata Leo masih berfantasi tentangku!

Aku bernapas dengan mulut terbuka, ingin segera melarikan diri, tapi kedua kakiku seolah terpaku di lantai dan tak bisa digerakkan.

Tepat saat itu, tiba-tiba Leo mendongak dan mata kami pun bertemu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 7

    Lima belas menit kemudian, bel pintu berbunyi.Aku berdiri untuk membuka pintu, tapi tiba-tiba tubuhku terasa lemas dan terjatuh di sofa.Melihat hal itu, hal pertama yang dilakukan sahabatku bukanlah menolongku, melainkan membukakan pintu untuk Leo. Baru setelah itu, dia bertanya dengan nada pura-pura cemas.Aku menjawab, “Nggak apa-apa, mungkin hanya karena nggak sarapan, jadi darah rendah.”Sella langsung memotong, “Tapi, sepertinya gejalamu sangat parah, lho! Aku pergi beli obat dulu, ya. Tunggu sebentar!”Dia bahkan tak bertanya di rumah ada obat atau tidak, langsung meninggalkanku berdua dengan Leo. Seolah-olah sangat khawatir aku akan mati.Baru saja dia pergi, Leo langsung menghampiri untuk memapahku. Aku menolaknya, tapi dia malah memaksa menggendongku, katanya mau membawaku ke kamar untuk istirahat.Jika sebelumnya di kamar mandi Leo hanya sekedar mencoba-coba dan tidak benar-benar berniat melakukan sesuatu padaku. Tapi kali ini, tujuannya sangat jelas, dia benar-benar ingin

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 6

    Aku pura-pura tidak melihat aktingnya yang payah itu. Aku menunjukkan seolah hatiku telah luluh dan setuju untuk membiarkannya pindah ke sini dalam beberapa hari, tetap dengan syarat pacarnya dilarang menginap.Sella bilang tidak masalah, tapi kemudian dia mencoba bertanya, “Aku nggak akan sanggup membawa barang sendirian saat pindahan, kalau pacarku hanya sampai depan pintu untuk bantu angkat barang, boleh?”Aku berlagak tidak tahu apa rencana mereka dan mengizinkannya.Akhir pekan pun tiba. Sella yang penuh niat busuk itu muncul di depan pintu rumahku bersama pacarnya.Aku berkata, “Kamarnya ada di lantai dua.”Sella mulai berakting menjadi wanita lemah yang tak berdaya. Dengan wajah memelas, dia berkata padaku, “Lantai dua, ya? Lihat, barangku sebanyak ini, ada selimut dan bantal juga. Boleh nggak pacarku masuk sebentar untuk angkut ke atas? Dia akan langsung pergi setelah itu, nggak akan berlama-lama.”Aku mengizinkannya.Setelah itu, aku kembali ke kamar sendirian dan menutup pint

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 5

    Belum sampai seminggu setelah aku pindah, Sella terus-menerus mengirim pesan. Dia bilang ingin datang mencariku, sekalian melihat seperti apa tempat tinggalku yang baru.Aku tahu pasti ada maksud lain di balik itu, tapi tetap saja tidak tega menolaknya. Kupikir tak perlu sampai bersikap terlalu keras. Setidaknya kami masih bisa mengobrol sebagai teman. Jadi, aku pun memberinya alamat dan membiarkannya datang.Sejak dia melangkah masuk, aku sudah merasakan aura kesal yang dia pendam.Sambil melihat-lihat rumah dua lantai milikku, dia berdecak kagum dan berkata, “Enak sekali tinggal di sini, luas sekali. Aku jadi iri. Aku juga mau tinggal di tempat seperti ini.”Aku mendengus pelan. Dalam hati berpikir, benar-benar orang yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki.Kami mengobrol sebentar, lalu aku mencari alasan dengan bilang bahwa diriku harus bekerja online, sebagai cara halus untuk menyuruhnya pulang.Dengan nada sinis, Sella berkata, “Apa sih? Baru datang sebentar sud

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 4

    Alasan mengapa aku tak berani membongkar masalah ini adalah karena ide tinggal bersama ini datang dariku.Sebenarnya aku sangat mampu untuk menyewa rumah sendiri, tapi diriku tipe orang yang takut kesepian dan khawatir akan bahaya jika tinggal sendirian. Itulah sebabnya dulu aku mengajak Sella untuk tinggal bersamaku.Aku tahu sebenarnya kontrakan Leo ada di dekat sini dan Sella bisa saja tinggal di sana. Jadi, agar dia mau tetap menemaniku, aku membayar penuh uang sewa rumah ini. Sementara Sella hanya perlu membayar biaya air dan listrik.Itulah sebabnya, selama ini aku selalu membiarkan Leo datang ke sini untuk bermesraan dengan Sella.Namun sejujurnya, kalau dibilang aku tidak muak, itu bohong.Sudah berkali-kali aku terbangun tengah malam karena suara dari kamar sebelah. Sangking kesalnya, aku sering berdiri di depan pintu kamar mereka dan ingin bilang kalau tidak perlu tinggal bersama lagi.Namun pada akhirnya, aku selalu diam dan berjalan balik ke kamar.Mungkin aku akan baik-bai

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 3

    Tepat saat itu, tiba-tiba Butter menggonggong kencang ke arah kami.Seketika, aku tersadar sepenuhnya. Aku meronta sekuat tenaga dan menendang kaki Leo dengan keras.Karena sedang dalam kondisi santai dan tidak waspada, Leo mundur selangkah karena kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Aku pun langsung mencoba melarikan diri.Tak disangka, meski Leo membungkuk kesakitan sambil memegangi perutnya, dia masih sempat mengulurkan satu tangan untuk menahan pergelangan tanganku, tidak membiarkanku pergi.Rasa takut yang tadinya menyelimuti, kini berubah menjadi amarah. Aku memaki dengan penuh amarah, “Kamu gila?! Kalau berani macam-macam, aku lapor polisi sekarang juga!”Leo melotot ke arahku, menegakkan tubuhnya perlahan, lalu berkata dengan nada mengejek, “Apain pura-pura? Kemarin waktu mengintip, kamu terlihat sangat senang. Tadi juga kamu yang menggodaku… kok sekarang tiba-tiba berubah jadi begitu galak?”Aku langsung membalas, “Kapan aku menggodamu? Kamu mau bilang soal handuk yang lep

  • Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku   Bab 2

    “Ah!”Aku memekik tertahan sambil gemetar. Sangking takutnya, aku hampir tersandung saat terhuyung-huyung lari kembali ke kamar.Rasa malu karena tertangkap basah mengintip, bercampur dengan sensasi mendebarkan saat tahu Leo berbuat nakal dengan celana dalamku, membuatku tak tahan lagi. Seluruh tubuhku terkulai lemas di ranjang.Aku sangat menginginkannya!Aku sangat ingin ada seorang pria yang tiba-tiba muncul di ranjangku sekarang juga!Siapapun itu!Tak peduli apapun konsekuensinya, asalkan dia sekuat Leo! Asalkan dia bisa mengisi kekosongan di dalam hatiku!Kedua kakiku menjepit bantal di balik selimut, berusaha sekuat tenaga menahan gejolak kegelisahan yang ingin meledak dari dalam tubuh. Jari-jari kakiku menekuk, tubuhku meliuk gelisah dan aku menggigit bibir kuat-kuat.Sampai detik terakhir sebelum terlelap, aku masih berpikir seandainya saja sahabatku tidak ada di sini, Leo pasti tidak akan menahan diri untuk menerjangku, ‘kan?Namun tak kusangka, hari itu datang lebih cepat da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status