Short
Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku

Dusta Di Kontrakan Bersama Pacar Sahabatku

에:  Nando참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7챕터
1조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

“Apa? Nggak apa-apa… ah, tunggu sebentar….” Di hari hujan, aku yang basah kuyup hanya sempat menyampirkan selembar handuk, tapi tiba-tiba diriku sudah terperangkap di dalam pelukan pacar sahabatku. Seketika itu juga, tubuhku terekspos sepenuhnya di hadapannya. Napas pria itu terasa panas menyentuh kulit telanjangku dan setiap sentuhannya membuatku gemetar hebat. Di satu sisi, tanganku masih menggenggam ponsel yang tersambung dengan sahabatku. Di sisi lain, tubuhku ditindih oleh pacarnya. Aku hampir gila, entah karena rasa bersalah atau sensasi nikmat yang kurasakan. Sambil mendengarkan suara sahabatku di balik telepon, aku memejamkan mata, tak lagi mampu menahan erangan yang lolos dari mulutku….

더 보기

1화

Bab 1

“Cepat puaskan aku….”

Larut malam, aku berlutut di atas ranjang membelakangi seorang pria, menunggingkan pantatku setinggi mungkin.

Namun, dia hanya memegangi pinggulku, sengaja tidak mau segera masuk.

“Panggil aku ayah.”

“Ayah, kumohon.”

“Mohon apa?”

Kata-katanya membuatku merasa seperti anjing betina yang sedang dilatih, hanya jika menuruti kemauan majikanlah, aku akan mendapatkan hadiah. Di lubuk hatiku, berbagai emosi bergejolak hebat.

Malu, bergairah, takut, sekaligus haus… semua perasaan itu bercampur aduk. Aku menjawab, “Ayah… kumohon puaskan aku dengan keras….”

Namaku Felicia, seorang mahasiswi yang baru saja lulus, sedang menyewa apartemen dua kamar bersama sahabatku.

Malam itu, saat baru kembali ke kontrakan, aku melihat sahabatku, Sella berbaring di sofa dengan wajah merona dan pakaian berantakan, bahkan rok pendeknya masih tersangkut di pinggang.

Di sudut sofa, benda warna merah mawar tampak sangat mencolok. Itu celana dalam thong milik sahabatku.

Sementara itu, pacarnya, si Leo tampak terburu-buru menarik celana pendeknya ke atas.

Jelas sekali, detik sebelumnya mereka sedang bercinta dan terpaksa berhenti karena mendengar suara pintu terbuka.

Aku tahu, diriku akan sulit tidur lagi malam ini.

Leo adalah seorang pelatih di gym. Tubuhnya tinggi dan atletis. Sejujurnya, aku cukup kagum padanya.

Namun, setiap kali menginap, dia selalu memuaskan sahabatku sepanjang malam. Suara desahan sahabatku sangat nyaring, membuatku tak bisa tidur sama sekali dan sering kali berakhir dengan masturbasi.

Melihat tonjolan besar di balik celana pendek Leo, telingaku terasa panas. Sambil berpura-pura tenang berjalan menuju kamar, aku berkata, “Lanjutkan saja, anggap saja aku nggak ada.”

Melalui pantulan kaca balkon, aku bisa merasakan Leo mencuri pandang ke arah pantatku. Aku sudah terbiasa diawasi diam-diam seperti itu. Siapa suruh aku punya dada besar, pinggang ramping, kaki jenjang dan pantat yang montok? Cantik dan punya tubuh bagus, tentu akan dilirik oleh pria.

Karena kamar mandi digunakan bersama, setelah mereka kembali ke kamar, barulah aku bersiap untuk mandi.

Setelah mengunci pintu kamar mandi dan melepaskan pakaian, saat hendak memasukkan celana dalam ke keranjang cucian, aku menyadari ada sesuatu yang aneh.

Tadi pagi sebelum berangkat, aku mengganti celana dalam. Meski belum sempat dicuci, biasanya aku selalu melipatnya rapi sebelum ditaruh di keranjang.

Namun sekarang, celana dalamku tampak tergulung berantakan.

Dengan curiga, aku mengangkat thong renda putih itu. Baru saja hendak membukanya, aroma maskulin pria yang sangat kuat langsung menusuk hidungku.

Ini… jangan-jangan ini… air mani Leo?

Berfantasi tentangku biasanya saja sudah keterlaluan, tapi sekarang dia malah berani melakukan hal kotor dengan celana dalam bekas pakaiku.

Dan setelah dipakai, tidak dicuci pula!

Aku marah, sekaligus terangsang.

Mengingat belum lama ini, celana dalam yang membungkus area paling pribadiku itu dimainkan sesuka hati oleh Leo, entah iblis apa yang merasukiku. Aku mendekatkan wajah dan menghirupnya.

Aroma itu membuat kepalaku yang sudah kacau menjadi benar-benar kosong.

Entah berapa lama berlalu, saat tersadar apa yang baru saja kulakukan, aku langsung terkejut sendiri.

Dengan terburu-buru, aku melemparkan celana dalam itu kembali ke keranjang. Wajahku terasa terbakar dan berlari masuk ke bawah pancuran air seolah sedang melarikan diri.

Guyuran air hangat membasuh tubuhku. Aku menggosok kulit sekuat tenaga, berusaha mengosongkan pikiran. Seolah-olah hanya dengan cara inilah, aku bisa menekan gairah yang ada di lubuk hatiku.

Namun, jari-jariku tak sengaja tergelincir menyentuh buah dada.

Putingku mengeras, membuatku merasa malu pada diri sendiri.

“Hm….”

Aku mendesah pelan, area di antara kedua kakiku terasa tersengat listrik.

Di sana… sudah basah sejak tadi.

Aku memejamkan mata, menekannya perlahan. Saat satu jari masuk, tubuhku gemetar hebat dan kakiku terasa lemas hingga hampir tak sanggup berdiri.

“Hanya sekali… sekali saja….”

Aku terengah-engah, ujung jariku semakin terjulur ke dalam. Daging lembut di dadaku naik turun di telapak tangan, putingku terasa berdenyut saat dipijat jari. Rasa geli yang nikmat meluap dari dalam tubuh, menjalar ke seluruh tubuh.

Setelah selesai dan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas, aku menyadari pintu kamar agak terbuka, cahaya kuning keluar dari celah pintu.

Di ruang tamu yang gelap, terdengar suara desahan manja sahabatku.

Jantungku yang baru saja tenang kembali berdegup kencang. Sambil menahan napas, aku melangkah perlahan menuju pintu kamar itu.

Aku mengintip melalui celah pintu.

Di atas ranjang, Sella terkapar lemas. Wajah cantiknya terlihat sayu dengan mata yang setengah memutar ke atas, bibirnya gemetar tak terkendali, “Felicia… masih belum tidur, kamu… sengaja mau… didengar dia?”

Otot perut Leo terlihat sangat jelas, seluruh tubuhnya memancarkan aura kekuatan yang meledak-ledak. Sambil terengah, dia menjawab, “Bukannya… kamu sendiri yang kegatalan?”

“Bo… bohong! Jangan kira aku nggak tahu, kamu… kamu mau menidurinya, ‘kan….”

Leo memperlambat gerakannya, “Pinggang rampingnya… goyangan pantat montoknya… pria mana yang nggak mau?”

Mendengar itu, wajahku memerah. Aku tak pernah membayangkan, saat sedang berhubungan dengan sahabatku, ternyata Leo masih berfantasi tentangku!

Aku bernapas dengan mulut terbuka, ingin segera melarikan diri, tapi kedua kakiku seolah terpaku di lantai dan tak bisa digerakkan.

Tepat saat itu, tiba-tiba Leo mendongak dan mata kami pun bertemu.
펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
7 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status