Carsein terdiam.Kali ini, ia tidak memiliki jawaban yang bisa segera digunakan untuk membela dirinya. Angin dingin menyusup melalui celah jendela, tetapi ia hampir tidak merasakannya. Pikirannya masih tertuju pada Latici, pada sikap dingin perempuan itu, pada tatapannya yang tidak lagi menuntut apa pun darinya, dan pada kenyataan bahwa Laticia kini dapat berdiri di hadapannya tanpa menunjukkan sedikit pun rasa sakit.Dahulu, Carsein mungkin akan merasa lega melihat Laticia tidak membuat keributan.Sekarang, ketenangan itu justru membuatnya takut.Selena menundukkan kepala kembali.“Maaf, Yang Mulia. Saya seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu.”Carsein menggeleng pelan. “Tidak. Kau tidak perlu meminta maaf.”Ia lalu menatap pintu yang sebelumnya dilewati Laticia. Setelah beberapa saat, Carsein melangkah masuk ke dalam istana, tetapi kali ini langkahnya tidak setegas sebelumnya. Selena mengikuti dari belakang, sementara para pengawal berjalan dalam jarak tertentu.Tidak ada seora
Leer más