LOGINLaticia Valcrren akhirnya setuju bercerai setelah kedua orang tuanya mati dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan. Namun lelaki yang menghancurkan hidupnya—suaminya sendiri, sang kaisar—menolak melepaskannya. Tidak lagi memiliki cinta yang tersisa, Laticia bersumpah akan menghancurkan pria itu, bahkan jika ia harus menyeret seluruh kekaisaran jatuh bersamanya.
View MoreWajah Lereg seketika berubah, ia hanya menatap lelaki di hadapannya tanpa berkata-kata. Kalimat itu terus terngiang di kepalanya, membangkitkan kegelisahan yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia tahu betapa keras kepala Laticia ketika sudah mengambil keputusan.Perempuan itu bisa mengabaikan siapa pun, termasuk dirinya, selama merasa tindakannya diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dan jika Laticia menganggap kehamilan ini sebagai penghalang bagi rencananya, bukan tidak mungkin ia akan mengambil keputusan tanpa memberitahunya.“Jaga ucapanmu,” kata Lereg akhirnya. Suaranya rendah dan mengandung peringatan. “Jangan sembarangan mengatakan sesuatu yang belum tentu akan terjadi.”Lelaki itu segera menundukkan kepala.“Saya hanya mengkhawatirkan keadaan Anda, Yang Mulia. Ratu bahkan sudah memerintahkan agar Anda tidak mengetahui kehamilannya. Saya takut beliau memang berniat menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkan Anda.”Lereg kembali mengalihkan pandang
Laticia tidak bergerak. Ia telah mempersiapkan dirinya untuk mendengar kemungkinan tersebut, tetapi mendengarnya secara langsung ternyata tetap berbeda. Tatapannya terpaku pada Margaret, seolah masih menunggu wanita itu mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan.Akan tetapi Margaret tidak menarik kembali perkataannya.Laticia perlahan menurunkan pandangan ke arah perutnya sendiri. Belum ada perubahan yang terlihat dari luar, tidak ada tanda yang bisa diamati orang lain tanpa mengetahui rahasia tersebut. Kini ia tahu bahwa ada sesuatu yang dapat mengubah seluruh jalan hidupnya sedang tumbuh di dalam tubuhnya.Tangannya kembali mengepal di atas pangkuan.“Seberapa yakin kau dengan hasil pemeriksaan ini?” tanyanya akhirnya. Suaranya tetap tenang, tetapi ketegangan yang tersembunyi di balik pertanyaan itu tidak luput dari perhatian Margaret.“Saya cukup yakin, Yang Mulia. Namun, saya akan tetap memantau kondisi Anda untuk memastikan perkembangan kehamilan ini.”Laticia memejamkan mata seje
Carsein terdiam mendengar jawaban itu. Ia ingin membantah, tetapi sulit menemukan kata-kata yang tepat. Selama bertahun-tahun, Laticia memang selalu berada di sisinya, bahkan ketika ia berkali-kali melukai perempuan itu dengan keputusan-keputusannya sendiri. Ia terbiasa menganggap kesabaran Laticia sebagai sesuatu yang akan selalu ada, sama seperti kedudukan sang ratu yang menurutnya tidak akan pernah benar-benar hilang.“Jadi, kau hanya ingin aku memilih?” tanyanya akhirnya.Laticia mengangguk kecil.“Bukankah sejak awal memang itu yang harus Anda lakukan?”Tatapannya tidak bergeser sedikit pun dari wajah Carsein.“Anda tidak bisa terus meminta saya untuk memahami keadaan Anda, sementara Anda sendiri tidak pernah berusaha memahami keadaan saya. Jika Selena memang begitu penting bagi Anda, tentukan apa yang akan Anda lakukan dengannya. Jika Pricilla masih ingin mempertahankan kedudukannya, hadapi pula persoalan itu. Saya tidak akan terus menjadi orang yang harus menerima segala akibat
“Saya cukup yakin mengenai keterlambatannya, Yang Mulia. Namun, saya tidak berani memastikan penyebabnya tanpa pemeriksaan.”Laticia mengangguk pelan. Ia menghargai jawaban itu. Ema tidak mencoba memberikan kepastian yang belum dimilikinya, dan Laticia pun tidak akan membiarkan dirinya mengambil keputusan hanya berdasarkan dugaan.“Panggil tabib,” perintahnya. “Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.”“Baik, Yang Mulia. Saya akan segera memanggilnya.”“Pastikan hanya tabib yang benar-benar diperlukan yang datang. Jangan sampai kabar ini menyebar sebelum aku mengetahui hasil pemeriksaannya.”Ema segera membungkuk. “Saya mengerti.”Setelah Ema meninggalkan ruangan, Laticia kembali duduk di depan cermin. Tatapannya tertuju pada pantulan wajahnya sendiri, tetapi pikirannya tidak lagi sepenuhnya berada di ruangan itu. Ia berusaha mengingat kembali beberapa bulan terakhir, mencari sesuatu yang mungkin terlewatkan olehnya. Semakin ia memikirkannya, semakin sulit baginya untuk menga
Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam
Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang d
“Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di
Langkah kaki Carsein menjauh tanpa ragu, gema sepatunya perlahan menghilang di balik lorong istana. Pintu ruang makan tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu berat.Laticia tetap duduk di kursinya, punggungnya masih tegak seperti seorang ratu, namun napasnya perlahan terlepas. Ia memejamk












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore