"Cav, jangan kasar ke Chasel kayak tadi. Dia masih anak-anak," tegurku ke Cavero. Entah keberanian dari mana yang aku punya saat ini. Aku hanya ... hanya tidak tega saja melihat Chasel diancam begitu. Bagaimanapun Cavero adalah ayah anak itu. Jika aku tidak ada disisinya, Caverolah yang harus menjaganya. "Dia terlalu manja," balas Cavero sekenanya. "Tadi mama habis dari sini. Dia bilang hal yang nggak seharusnya Chasel denger. Jadi sekarang, apalagi sikapku kan dulu kayak gitu, Chasel cuma lagi takut aku mengabaikan dia lagi," jelasku. Cavero diam. "Cav, bisa nggak kamu lembut dikit ke Chasel. Meski dia ada diluar kehendak kita, tapi dia tetap anak kita. Tolong lebih perhatian dan lembut ke Chasel,""Hm,""Kamu punya kewajiban untuk menjaga Chasel." ucapku lagi. "Kamu terlalu khawatir," "Bukan. Aku nggak terlalu khawatir. Cuma kondisi Chasel mengkhawatirkan," "Dia pasti baik-baik saja," balas Cavero cuek.Aku kesal mendengarnya. Cavero kemudian menatapku. "Nggak ada yang disa
閱讀更多