تسجيل الدخولLuna hidup tenang sendirian dan tidak pernah berniat menikah. Sampai suatu malam hidupnya berubah total. Ia terbangun di tubuh Lunaria — karakter antagonis dalam novel yang baru saja ia baca. Masalahnya, Lunaria bukan sekadar wanita jahat biasa. Ia memiliki suami psikopat, seorang putra yang membencinya, dan masa depan mengerikan di mana ia akan dibunuh oleh anaknya sendiri. Luna berusaha mengubah jalan cerita dan kabur dari keluarga gila itu. Tapi semuanya tidak semudah yang ia bayangkan. “Jangan membuat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini.” Ancaman dingin suaminya membuat Luna sadar satu hal: pria itu benar-benar berbahaya. Sementara putranya sendiri menatapnya penuh ketakutan dan kebencian. “Apa kamu meracuni makananku?” Luna ingin melarikan diri. Tapi semakin lama ia berada di keluarga itu, semakin ia sadar— keluarga ini jauh lebih rusak dibanding novel aslinya.
عرض المزيدCavero pulang lebih awal dikarenakan Seth memberitahunya berita yang cukup merepotkan. Bukannya Cavero menurut dengan Lunaria atau bagaimana. Namun selama hampir sepuluh tahun pernikahan mereka, wanita itu tidak pernah mau berbicara padanya. Jika pun perempuan itu membuka mulutnya, hanya ada kata makian yang membuat Cavero yakin jika perempuan itu sudah sepenuhnya gila. Karena Lunaria istri yang ia nikahi hampir sepuluh tahun ini menyuruhnya untuk pulang lebih awal untuk pertama kalinya, ia akan menurut meski tidak tau hal gila apa yang akan disampaikan istrinya itu. "Chasel suka? kalau Chasel suka mama bisa kasih ini ke Chasel," Langkah Cavero terhenti ketika mendengar perkataan itu. Ia bukannya menguping namun hanya ingin memastikan pendengarannya tidak salah. Sayup-sayup Cavero mampu mendengar suara Lunaria yang begitu tenang dan lembut. Suara itu tidak keras atau kasar seperti biasanya. Apa benar kata Seth jika kondisi psikis Lunaria sudah kembali? "Chasel suka?" "Mama maka
Seth menemui Lunaria dan membicarakan tugas yang diberikan Cavero untuk mendekatkan hubungannya dengan Cashelion. Luna sedikit kaget mendengarnya, ternyata Cavero tidak seburuk dugaannya. Tapi hal itu percuma juga. Ia ingin bercerai dari laki-laki itu secepatnya. "Berkas apa itu yang kamu bawa?" "Akh ini, bukan apa-apa nyonya." "Sini aku lihat," "Tapi ini milik tuan Cavero, nyonya." "Lantas kenapa? Berikan." ucap Luna yang langsung merebut berkas itu. Seth tidak bisa melakukan apapun. Sebenarnya ia bisa saja bersikap kasar namun mengingat kondisi psikologis majikannya, Seth membiarkannya. "Itu panti asuhan yang menerima dukungan dari tuan," Luna mendengarnya curiga. Ketika membaca berkas itu, ia akhirnya mengingat jika Ivander juga berasal dati panti asuhan itu. Luna membaca semuanya dengan teliti. Dan ketika melihat foto anak-anak yang ada disana, ia akhirnya mendapatkan ide. "Hmm ... kamu yakin kalau ini hanya sponsor?" "Tentu saja nyonya," jawab Seth bingung.
"Sebenarnya apa yang terjadi hari itu Nyonya, hingga anda memutuskan untuk tidak makan selama empat hari?" Aku tau maksud pertanyaan itu. Kenapa aku tiba-tiba berubah. "Aku bertanya padanya, apa sekarang dia bahagia? Dan Elard bilang iya. Aku ingin memaksa masuk bahkan mengancam akan bunuh diri didepannya namun Elard tidak peduli dan terlihat sangat mencintai istri dan anaknya." ucapku penuh kesedihan. Tentu saja kesedihan ini bukan aku. Tapi milik Lunaria yang asli. Emosi wanita itu masih tersimpan jelas. Apalagi jika menyangkut Cavero. Aku dapat merasakan kebencian yang besar pada laki-laki itu hanya dengan mengingatnya. "Aku hanya sadar jika aku harus menyerah sekarang. Sepertinya, Elard benar-benar sudah melupakanku dan bahagia dengan hidupnya. Sementara aku jalan di tempat. Dan entah kenapa ketika aku memilih melepaskannya, perasaanku jauh lebih tenang sekarang." jawabku dengan tersenyum. "Saya dengar dari Chasel, anda melupakan Cendric." "Aku tidak lupa. Aku ma
Sore ini, Aku berniat menemui Chasel lagi. Meski diabaikan, aku tetap harus berusaha memberikan kesan jika aku sudah berubah dan menyayanginya. Ditengah perjalanan aku melihat seorang pria bersama Perempuan yang terlihat tidak asing, aku memperhatikannya. Melihat tujuan orang itu sama denganku yakni menemui Chasel, aku menegurnya. "Apa yang kalian lakukan disini?" "Nyonya Oliver, lama tidak bertemu." sapa perempuan itu hangat. Aku menatapnya heran. "Bagaimana kabar anda selama ini? Apa anda baik-baik saja?" Mendengar orang itu bertanya padaku, aku langsung mengingatnya. Perempuan itu adalah Psikiater pribadiku yang disiapkan oleh ibuku. Dia sering meresepkanku obat anti-depresan dan obat tidur untuk gangguan bipolarku. Eh salah, Bipolar Lunaria. Sejak pemerkosaan itu, kejiwaan Lunaria terganggu. Dia sering mengalami mood swing yang cukup parah. Aku tersenyum. "Saya baik-baik saja sekarang. Apa yang kalian lakukan?" Kedua orang itu melihatku menelisik curiga. Aku bingu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.