Wajah Marcel seketika memucat, matanya membelalak, dan ponselnya terlepas dari tangannya, lalu hancur berkeping-keping."Jocelyn, Misya dan Masya kecelakaan mobil, kenapa kamu nggak beri tahu aku?" Marcel menatapku dengan tatapan dingin dan putus asa."Nggak beri tahu kamu?"Aku tertawa, hatiku sudah mati. " Aku telepon kamu puluhan kali, apa pernah kamu angkat? Andai kamu nggak tinggalkan Misya dan Masya di tengah jalan, mana mungkin mereka tertabrak mobil dan mati?""Tahu nggak, waktu Masya masih di pelukanku, dia panggil-panggil Ayah terus.""Kamu waktu itu sedang apa? Sedang bermesraan dengan Viona!""Kamu pembunuh mereka! Kamu yang membuat Masya meninggal dengan mata terbuka!"Masya yang sekarat masih memanggil-manggil Marcel, tidak lain karena ingin merasakan kasih sayang ayah untuk terakhir kalinya.Tapi, Marcel malah bersama Viona, bahkan tidak mau mengangkat telepon.Betapa putus asanya Masya saat itu?Marcel terduduk lemas, wajahnya pucat pasi."Nggak, nggak, bukan begitu. Po
Baca selengkapnya