"Gak usah bohong Hazel aku tahu kamu sering merhatikan kak Marvin begitu juga sebaliknya, pandangan kalian itu seperti dua orang yang saling menyembunyikan perasaan," jelas Navya sembari menaik turunkan alisnya menggoda Hazel. Hazel menghembuskan napasnya pelan sebelum bicara. "Ya aku akui Na, dulu aku memang menyukai kak Marvin, aku masuk ke academy nyanyi dan dance juga karena dia, tapi sepertinya dia bukan tipe orang yang dapat bertahan dengan satu hubungan, dia itu terkenal suka memainkan perasaan wanita dan tidur dengan banyak wanita, semenjak saat itu aku mulai menutup perasaanku, karena aku tahu itu gak akan pernah dibalas sama cowok seperti dia, seandainya pun dibalas aku entah jadi pacar yang keberapa di hidupnya, atau bahkan yang lebih buruk saat kami bersama dia diam-diam menjalin hubungan juga dengan gadis lain dan tidur dengan gadis lain, aku tidak mau hal seperti itu terjadi dalam hidupku, rasanya menyakitkan dan menyiksa Na."Navya terdiam mendengar perkataan Hazel, ia
Read more