Langkah kaki Long Tian di atas anak tangga batu granit terdengar sangat konstan, menciptakan ketukan ritmis yang aneh di tengah keheningan alun-alun yang mencekam. Ribuan pasang mata menatap jubah abu-abunya yang kumal, beralih di antara rasa penasaran dan penghinaan yang sudah mengakar. Bagi mayoritas penonton, pemuda ini hanyalah anomali sesaat yang menolak takdir kasta bawahnya.Di podium tertinggi, Long Zhen menyandarkan punggungnya ke kursi jati dengan senyum tipis yang sarat akan kelicikan. Tatapannya dingin, mengunci setiap jengkal pergerakan Long Tian.‘Bocah sialan. Entah metode licik apa yang kau gunakan untuk membunuh orang-orang Geng Gagak Hitam semalam, tapi di atas panggung ini, di bawah pengawasan langsung Utusan Gubernur, tidak ada ruang untuk sihir terlarang atau trik jarimu. Batu Pengukur Tulang ini akan menelanjangi kerapatan fisikmu yang rapuh,’ batin Long Zhen penuh kemenangan.Long Tian akhirnya tiba di atas panggung setinggi lima met
Baca selengkapnya