Malam belum benar-benar berakhir ketika perdebatan di Balai Dewan Perlindungan akhirnya mereda. Kata-kata Qin Rou masih menggema di dalam benak Long Tian. Tidak ada lagi yang mencoba membujuk maupun menyela. Shen Luo, Lin Meiling, Dan Yuheng, dan Mo Cang memahami bahwa keputusan yang akan diambil Long Tian kali ini bukan sekadar persoalan strategi, melainkan pertarungan antara naluri seorang pelindung dan keinginan seseorang yang tidak ingin terus dilindungi.Long Tian berdiri di depan jendela aula, memandang langit yang dipenuhi bintang. Cahaya bulan memantul di atas genting-genting Kota Pusaka Sembilan Surga yang mulai dibangun kembali. Kota itu masih menyimpan luka, sama seperti dirinya. Bedanya, luka kota perlahan dapat diperbaiki dengan batu, kayu, dan tenaga manusia. Sementara luka di dalam jiwanya terus menganga setiap kali ia mencoba menyentuh masa lalu.Beberapa saat kemudian, ia berbalik."Aku tetap tidak akan membawamu tanpa persiapan."Qin Rou
Baca selengkapnya