Fajar menyelimuti Kota Pusaka Sembilan Surga dengan cahaya keemasan yang memantul di atas tembok-tembok batu yang baru selesai diperbaiki. Asap tipis mengepul dari dapur umum di Distrik Bawah, sementara suara para pengrajin kembali terdengar dari berbagai penjuru kota. Setelah berhari-hari diliputi ketegangan akibat runtuhnya Keluarga Wang, kehidupan perlahan mulai menemukan iramanya kembali. Anak-anak berlarian di jalan yang dahulu dipenuhi para pengawas bersenjata, para pedagang membuka kios tanpa rasa takut diperas, dan warga yang selama puluhan tahun hidup sebagai budak kini mulai belajar menyebut tempat ini sebagai rumah mereka sendiri.Namun di balik ketenangan itu, Long Tian mengetahui bahwa Kota Pusaka belum benar-benar aman.Kemenangan atas Keluarga Wang hanya menghancurkan kepala ular.Tubuhnya...Masih bergerak.Di aula Dewan Perlindungan, sebuah peta besar Kota Pusaka terbentang di atas meja batu. Puluhan tanda merah memenuhi berbagai distrik, menunjukkan wilayah yang masi
Read More