Tiga dentang lonceng kuno menggema dari pusat Sekte Pedang Abadi.Deng...!Deng...!Deng...!Suara itu menyapu seluruh pegunungan, membangunkan setiap murid yang sedang berkultivasi maupun berlatih pedang.Hari yang telah lama dinantikan akhirnya tiba.Seleksi Antar-Puncak.Ajang yang hanya diadakan sekali dalam sepuluh tahun itu menjadi penentu kehormatan, sumber daya kultivasi, hingga masa depan setiap puncak. Para murid terbaik dari seluruh Sekte Pedang Abadi akan saling berhadapan demi mengangkat nama guru dan puncak mereka.Namun, bagi Puncak Sembilan Kematian, arti seleksi kali ini jauh lebih berat.Mereka tidak hanya bertarung demi kehormatan.Mereka bertarung demi tetap bertahan.Jika kembali gagal, puncak itu akan resmi dibubarkan oleh Aula Tetua.Di halaman latihan Puncak Sembilan Kematian, seluruh murid telah berkumpul sejak fajar.Shen Luo berdiri paling depan dengan satu tangan menggenggam pedangnya.Di sebelahnya, Yue Ran berdiri tegak. Wajahnya tetap tenang, tetapi soro
Ler mais